Maggot Masayu di Bantul Ubah Sisa Dapur Jadi Kas Warga
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Dokter dan pasien. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bantul mencapai 98,99 persen hingga akhir Januari 2026, memperkuat perlindungan jaminan kesehatan bagi hampir seluruh warga.
Angka 98,99 persen tersebut menempatkan Bantul dalam kategori daerah dengan kepesertaan UHC tinggi, sekaligus membuka akses kemudahan administratif bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan mendesak.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengatakan capaian UHC Bantul itu berdampak langsung terhadap kemudahan akses pelayanan kesehatan masyarakat.
“Dengan cakupan UHC yang sudah hampir 99 persen, masyarakat Bantul pada prinsipnya sudah terlindungi jaminan kesehatan. Ketika sakit, mereka bisa langsung mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala administrasi,” ujar Agus, Jumat (30/1/2026).
Menurut Agus, tingkat kepesertaan UHC yang tinggi juga memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah berupa privilege ticket, yakni skema kemudahan untuk mendaftarkan warga yang belum memiliki jaminan kesehatan namun membutuhkan layanan secara mendesak.
“Melalui skema ini, warga yang mendesak membutuhkan layanan kesehatan bisa langsung didaftarkan. Jadi mereka tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh manfaat UHC,” jelasnya.
Selain memperluas cakupan UHC, Pemkab Bantul mengoptimalkan peran tim sosial melalui pemanfaatan aplikasi Sidang Mesra. Aplikasi tersebut digunakan untuk memfilter data warga berdasarkan status kepesertaan jaminan kesehatan sehingga bantuan lebih tepat sasaran.
“Aplikasi Sidang Mesra sangat membantu kami memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih,” kata Agus.
Atas capaian kepesertaan UHC tersebut, Kabupaten Bantul baru-baru ini meraih UHC Award kategori Madya. Meski demikian, Agus mengakui tantangan masih ada, terutama terkait tingkat keaktifan peserta.
“Cakupan sudah tinggi, tetapi dari sisi keaktifan peserta masih perlu ditingkatkan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki layanan dan mendorong partisipasi masyarakat,” katanya.
Dengan capaian UHC Bantul yang hampir menyentuh 99 persen, fokus pemerintah daerah kini tidak hanya pada perluasan kepesertaan, tetapi juga peningkatan keaktifan peserta agar manfaat jaminan kesehatan dapat dirasakan optimal oleh seluruh warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Kembangputihan, Bantul, mengolah sisa dapur menjadi pakan maggot. Hasil penjualan maggot dimasukkan ke kas untuk kegiatan warga.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Rabu 30 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
Erick Thohir meminta Timnas Indonesia tak meremehkan Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di SUGBK.
Mediasi tambang CV BKS dan warga Padukuhan Karang Kulon Progo menghasilkan titik temu. Pemda DIY menjelaskan legalitas perizinan.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.