Kebakaran Lahan Bantul Melonjak, Wukirsari Tiga Kali Terbakar
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Dokter dan pasien. - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Cakupan Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bantul mencapai 98,99 persen hingga akhir Januari 2026, memperkuat perlindungan jaminan kesehatan bagi hampir seluruh warga.
Angka 98,99 persen tersebut menempatkan Bantul dalam kategori daerah dengan kepesertaan UHC tinggi, sekaligus membuka akses kemudahan administratif bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan mendesak.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Tri Widiyantara, mengatakan capaian UHC Bantul itu berdampak langsung terhadap kemudahan akses pelayanan kesehatan masyarakat.
“Dengan cakupan UHC yang sudah hampir 99 persen, masyarakat Bantul pada prinsipnya sudah terlindungi jaminan kesehatan. Ketika sakit, mereka bisa langsung mengakses layanan kesehatan tanpa terkendala administrasi,” ujar Agus, Jumat (30/1/2026).
Menurut Agus, tingkat kepesertaan UHC yang tinggi juga memberikan keuntungan bagi pemerintah daerah berupa privilege ticket, yakni skema kemudahan untuk mendaftarkan warga yang belum memiliki jaminan kesehatan namun membutuhkan layanan secara mendesak.
“Melalui skema ini, warga yang mendesak membutuhkan layanan kesehatan bisa langsung didaftarkan. Jadi mereka tidak perlu menunggu lama untuk memperoleh manfaat UHC,” jelasnya.
Selain memperluas cakupan UHC, Pemkab Bantul mengoptimalkan peran tim sosial melalui pemanfaatan aplikasi Sidang Mesra. Aplikasi tersebut digunakan untuk memfilter data warga berdasarkan status kepesertaan jaminan kesehatan sehingga bantuan lebih tepat sasaran.
“Aplikasi Sidang Mesra sangat membantu kami memastikan distribusi bantuan berjalan efektif dan tidak tumpang tindih,” kata Agus.
Atas capaian kepesertaan UHC tersebut, Kabupaten Bantul baru-baru ini meraih UHC Award kategori Madya. Meski demikian, Agus mengakui tantangan masih ada, terutama terkait tingkat keaktifan peserta.
“Cakupan sudah tinggi, tetapi dari sisi keaktifan peserta masih perlu ditingkatkan. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperbaiki layanan dan mendorong partisipasi masyarakat,” katanya.
Dengan capaian UHC Bantul yang hampir menyentuh 99 persen, fokus pemerintah daerah kini tidak hanya pada perluasan kepesertaan, tetapi juga peningkatan keaktifan peserta agar manfaat jaminan kesehatan dapat dirasakan optimal oleh seluruh warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kebakaran lahan kembali melanda Wukirsari, Bantul. BPBD mencatat 62 kasus kebakaran hingga 22 Juli 2026, mayoritas dipicu aktivitas manusia.
Gempa magnitudo 4,2 mengguncang laut selatan Malang. BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami dan belum ada laporan kerusakan.
Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara hanya sebagai undangan dalam rapat KSSK dan tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
DLH Gunungkidul mencatat 70 persen sampah di TPAS Wukirsari masih berupa sampah organik. Warga didorong memilah sampah dari rumah.
Josko Gvardiol resmi memperpanjang kontrak bersama Manchester City hingga 2031. Bek Kroasia itu ingin terus meraih prestasi bersama The Citizens.
PWI Pusat akan mencabut laporan terhadap Hotman Paris di Polda Metro Jaya setelah tercapai kesepahaman melalui mediasi yang difasilitasi Sufmi Dasco Ahmad.