KA Malabar Tertemper Truk di Klaten, 13 Perjalanan Kereta Terhambat
KA Malabar tertemper truk di Klaten, Kamis (27/8/2026). Sejumlah perjalanan KA Daop 6 Jogja terdampak keterlambatan hingga 289 menit.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat (pertama dari kiri) menyerahkan bantuan ayam untuk mengolah sampah kepada warga Bumijo pada Januari 2026. /Dok. Satpol PP Kota Jogja.
Harianjogja.com, JOGJA—Upaya penguatan pengelolaan sampah berbasis wilayah di Kota Jogja terus digencarkan. Satpol PP Kota Jogja menyalurkan bantuan berupa sejumlah biopori jumbo serta 30 ekor ayam kepada Kelurahan Bumijo sebagai bagian dari dukungan terhadap program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos).
Penyerahan bantuan tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas sektor yang terus dibangun Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja untuk mendorong pengolahan sampah sejak dari sumbernya. Program Mas Jos sendiri dirancang agar pengelolaan sampah dapat dilakukan secara mandiri oleh masyarakat di tingkat keluarga dan kelurahan.
Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat, mengatakan bantuan biopori jumbo dan puluhan ayam tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga Bumijo dalam mengolah sampah organik. Menurutnya, pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil agar dampaknya bisa dirasakan secara berkelanjutan.
“Melalui program Mas Jos, pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan kelurahan. Bantuan ini diharapkan menjadi media edukasi sekaligus praktik nyata pengolahan sampah organik berbasis gotong royong,” ujarnya, Senin (2/2/2026).
Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga mencerminkan semangat gotong royong antarwarga dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, kata dia, menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertib.
Octo menjelaskan, biopori jumbo yang diserahkan dapat difungsikan sebagai sarana pengolahan sampah organik sekaligus membantu meningkatkan daya resap air. Sementara itu, 30 ekor ayam yang dibagikan diharapkan mampu dimanfaatkan warga untuk membantu mengolah sisa sampah organik rumah tangga.
Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan upaya Pemkot Jogja dalam menekan volume sampah sejak dari sumbernya sebelum dibawa ke depo sampah. Ia berharap, pengelolaan sampah berbasis sumber tersebut dapat diterapkan secara konsisten dan berkelanjutan oleh warga.
Sementara itu, Lurah Bumijo, Ani Purwanti, menyampaikan bahwa pihaknya akan memanfaatkan bantuan biopori jumbo dan puluhan ayam tersebut untuk mendukung pengolahan sampah warga setempat. Ia menilai, bantuan itu dapat mengoptimalkan upaya pengelolaan sampah yang selama ini telah dijalankan masyarakat Bumijo.
“Kami berharap bantuan ini dapat mendorong kesadaran warga untuk memilah dan mengolah sampah secara mandiri, sekaligus memperkuat budaya gotong royong di lingkungan,” katanya.
Caption : Kepala Satpol PP Kota Jogja, Octo Noor Arafat (pertama dari kiri) menyerahkan bantuan ayam untuk mengolah sampah kepada warga Bumijo pada Januari 2026. /Dok. Satpol PP Kota Jogja.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
KA Malabar tertemper truk di Klaten, Kamis (27/8/2026). Sejumlah perjalanan KA Daop 6 Jogja terdampak keterlambatan hingga 289 menit.
Kelok 23 JJLS Gunungkidul-Bantul hampir rampung dan bakal dilengkapi tiga gardu pandang untuk menikmati panorama Laut Selatan.
DPRD Jogja meminta kantong parkir disiapkan sebelum Malioboro full pedestrian untuk mencegah parkir liar, macet, dan pungutan tak sesuai aturan.
Kejagung menyita aset bos PT QSS Sudianto alias Aseng senilai Rp338,35 miliar terkait dugaan korupsi pertambangan bauksit.
Delapan ASN Gunungkidul dijatuhi sanksi hingga akhir Agustus 2026. Komisi A DPRD mendukung hukuman tegas sesuai tingkat pelanggaran.
Komnas HAM membentuk tim proyustisia untuk menyelidiki dugaan pelanggaran HAM berat dalam Peristiwa Kuda Tuli 27 Juli 1996.