Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Suasana evakuasi rumah roboh terdamapak tanah longsor di Kalurahan Hargomulyo, Gedangsari, Gunungkidul, Kamis (1/2/2023). - ist/BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sebanyak 129 kejadian bencana tercatat terjadi di Kabupaten Gunungkidul sepanjang Januari 2026. Kondisi ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga 31 Maret 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono, mengatakan upaya mitigasi terus dilakukan di masyarakat untuk meminimalkan dampak saat bencana terjadi. Berdasarkan data BPBD, sepanjang Januari 2026 tercatat 46 kejadian tanah longsor, banjir di lima lokasi, gempa bumi empat kali, satu kejadian kebakaran, serta 73 peristiwa akibat cuaca ekstrem seperti pohon tumbang dan rumah rusak.
Akibat rangkaian peristiwa tersebut, sebanyak 227 warga terdampak dan 32 titik sarana prasarana vital mengalami kerusakan. “Kalau sebarannya ada 18 kapanewon. Tapi, peristiwa terbanyak ada di Wonosari sejumlah 24 kejadian, Gedangsari 20 kejadian dan Patuk sebanyak 12 kejadian,” kata Purwono, Rabu (4/2/2026).
Purwono memastikan tidak ada korban jiwa dalam seluruh kejadian bencana tersebut. “Memang ada yang mengungsi, tapi dampak hanya kerugian material,” katanya.
Menurut dia, status siaga darurat bencana hidrometeorologi sebenarnya berakhir pada 31 Januari 2026, namun diperpanjang hingga 31 Maret 2026. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana selama musim hujan.
Purwono menjelaskan, perpanjangan status siaga darurat dilakukan karena adanya penyesuaian kebijakan Pemerintah DIY yang memperpanjang status serupa hingga akhir Maret, serta mempertimbangkan prakiraan musim hujan yang diperkirakan berlangsung sampai pertengahan April. “Penetapan status ini juga sebagai bentuk kesiapsiagaan untuk menghadapi adanya potensi bencana di musim hujan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Nanang Irawanto, mengungkapkan sepanjang 2025 tercatat 581 kejadian kebencanaan di wilayah Gunungkidul. Rinciannya meliputi angin kencang sebanyak 367 kasus, kebakaran di 75 titik, tanah longsor 119 kejadian, dan banjir di 20 lokasi.
Nanang menyebut sebaran kebencanaan terbanyak terjadi di Kapanewon Wonosari dengan 108 kasus, disusul Nglipar 58 kasus, dan Semin 54 kasus. Selanjutnya Karangmojo, Ngawen, dan Semanu masing-masing mencatat 45 kejadian. “Peristiwa kebencanaan terjadi di 18 kapanewon di Gunungkidul. Tapi, dari peristiwa itu tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” katanya.
Terkait dampak kerugian, Nanang mengakui total kerugian akibat bencana sepanjang 2025 ditaksir mencapai Rp5.065.560.000. Selain itu, bencana juga menyebabkan kerusakan pada 299 rumah, 47 kandang, empat kendaraan, 20 instalasi listrik, delapan gedung, 21 kios, 89 talut, 56 ruas jalan, serta enam fasilitas pendidikan.
Nanang menegaskan, BPBD Gunungkidul akan terus mengintensifkan sosialisasi dan program mitigasi kebencanaan guna menekan risiko dan dampak bencana di tengah masyarakat, terutama selama musim hujan masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.
Maroon 5 akan konser di Jakarta pada 5 Februari 2027. Simak harga tiket, jadwal presale, dan cara pembelian tiketnya.
KPK memeriksa mantan Dirut Bank BJB Yuddy Renaldi sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan iklan periode 2021-2023.
Wacana pembatasan BBM subsidi untuk desil 9-10 berpotensi berdampak pada 51 juta warga kelas menengah dan calon kelas menengah.
Kejagung memastikan kasus transfer pricing PT Toba Pulp Lestari berbeda dari laporan Purbaya Yudhi Sadewa dan rugikan negara Rp2 triliun.