Cherrypop hingga Sport Tourism, Event Padat Gerakkan Ekonomi Sleman
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
Foto ilustrasi petugas loket melayani peserta BPJS Kesehatan. - Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Sekitar 2.000 peserta BPJS Kesehatan segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) di Kabupaten Sleman kembali aktif per Jumat (13/2/2026). Reaktivasi dilakukan menyusul penonaktifan kepesertaan yang sebelumnya dibiayai Pemerintah Pusat melalui APBN.
Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sarastomo Ari Saptoto, mengatakan lonjakan permohonan reaktivasi mulai terasa signifikan pada Februari 2026.
“Memang melonjak karena ada penonaktifan kepesertaan PBI JK yang sebelumnya menggunakan anggaran APBN,” ujar Ari saat dihubungi, Selasa (17/2/2026).
Ia menjelaskan, pada Januari jumlah permohonan reaktivasi tercatat sekitar 320 orang. Angka tersebut melonjak tajam pada Februari hingga mencapai sekitar 2.000 orang.
Berdasarkan data Dinsos Sleman, terdapat 362.183 warga yang tercatat sebagai peserta aktif dengan iuran kesehatan ditanggung negara. Jumlah ini menempatkan Sleman sebagai daerah dengan penerima PBI terbanyak ketiga di DIY setelah Kabupaten Gunungkidul dan Bantul.
Namun demikian, dari total tersebut terdapat 34.143 jiwa yang tercatat keluar dari daftar penerima bantuan atau terhapus dari sistem kepesertaan.
“Peserta yang direaktivasi ini sepenuhnya akan dibiayai APBD Sleman. Full APBD. Untuk detail alokasi anggaran bisa dikonfirmasi ke Dinas Kesehatan karena anggarannya berada di sana,” jelas Ari.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Irfan Qadarusman, menyebutkan sepanjang Januari 2026 terdapat 2.275 peserta yang kepesertaannya direaktivasi. Jumlah tersebut bertambah menjadi 2.905 orang pada periode 1–12 Februari 2026.
Menurut Irfan, angka tersebut mencakup pengajuan mutasi kepesertaan, baik reaktivasi maupun perpindahan segmen penjaminan, termasuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang ditanggung Pemerintah Daerah Sleman.
“Itu jumlah reaktivasi melalui usulan PBPU Pemda Sleman. Tetapi belum tentu seluruhnya berasal dari PBI JK yang nonaktif,” katanya.
Adapun Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Dedi Aprianto, hingga Selasa belum memberikan keterangan terkait besaran alokasi anggaran penjaminan bagi peserta PBI JK nonaktif yang telah direaktivasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Event 21–23 Agustus 2026 di Sleman dan DIY dinilai mendorong hotel, kuliner, transportasi, dan UMKM lokal.
Sebanyak 23 orang mendaftar Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. DPRD meminta proses seleksi sesuai aturan dan menyoroti pengelolaan TKD.
Marco Melandri memprediksi Marc Marquez menang lima detik di MotoGP Aragon 2026. Ini alasan dan catatan Marquez di MotorLand Aragon.
8 daerah dingin di Indonesia menawarkan udara sejuk hingga 9 derajat Celsius, dari Ruteng, Mamasa, Wonosobo hingga Kota Mulia.
Bareskrim Polri membongkar dugaan judi kasino di “Gedung SB” Sukoharjo. Sebanyak 30 orang jadi tersangka dan uang Rp1,048 miliar disita.
FBI peringatkan bahaya juice jacking di charger publik. Peretas bisa curi data lewat port USB. Simak 2 tips aman dari FBI agar data pribadi tetap terjaga