Tenggat PBB-P2 Kian Dekat, Target di Lima Kalurahan Masih Rendah
Lima kalurahan di Kulonprogo masih mencatat realisasi PBB-P2 di bawah 50 persen. BKAD menggencarkan sosialisasi dan pembayaran digital hingga 30 September 2026.
Foto ilustrasi tanah longsor dibuat menggunakan artificial intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Kulonprogo selama dua hari terakhir memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah kapanewon. Mayoritas dampak berupa tebing longsor dan pohon tumbang yang menimbulkan kerusakan rumah dan menutup akses jalan.
Berdasarkan data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, tercatat 37 titik bencana hidrometeorologi. Kontur perbukitan di beberapa kapanewon membuat tebing mudah longsor ketika diguyur hujan terus menerus.
“Total laporan kejadian yang masuk ada 37 peristiwa, terdiri dari tebing longsor dan pohon tumbang. Titik-titik ini berada di Kapanewon Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Pengasih, dan Samigaluh,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, Minggu (1/3/2026).
Eko menambahkan, kejadian ini terjadi pada Jumat (27/2/2026) dan Sabtu (28/2/2026). Kapanewon Kokap menjadi daerah paling terdampak dengan 18 titik bencana, mayoritas berupa tanah longsor, sedangkan pohon tumbang hanya satu kejadian.
“Tanah longsor di Kokap menutup jalan dan merusak beberapa rumah warga,” ujarnya. Dari total 37 kejadian, tujuh peristiwa berupa pohon tumbang. Beberapa menimpa rumah, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Kerusakan akibat pohon tumbang meliputi genting dan asbes atap rumah warga yang pecah. Beberapa pohon juga melintang di Jalan Provinsi Nanggulang-Tegal Sari, mengganggu akses transportasi. “Dampak bencana tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menutup sebagian atau seluruh badan jalan,” jelas Eko.
BPBD mencatat ada enam jalan kabupaten terdampak tanah longsor, empat jalan provinsi terdampak tanah longsor dan pohon tumbang, serta enam jalan desa atau kampung yang mengalami dampak serupa. Beberapa jalan aksesnya terputus total, sementara yang lain hanya tertutup sebagian.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada, menambahkan assessment dan penanganan masih terus berlangsung. Dua tim masih menyisir titik terdampak, khususnya tanah longsor. Penanganan difokuskan pada pemulihan akses jalan dan rumah warga yang rusak.
“Untuk jalan, dimintakan assessment ke PU agar diperbaiki sesuai kemampuan. Longsor yang merusak rumah diajukan ke Baznas untuk kemungkinan bedah rumah, sedangkan BPBD hanya dapat memberikan bantuan atap rusak berupa seng atau terpal,” kata Setiawan.
Hingga Minggu (1/3/2026), sejumlah titik masih dalam penanganan, termasuk pembersihan material tanah yang menutupi jalan dan halaman rumah warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima kalurahan di Kulonprogo masih mencatat realisasi PBB-P2 di bawah 50 persen. BKAD menggencarkan sosialisasi dan pembayaran digital hingga 30 September 2026.
Polisi menetapkan lima tersangka pengeroyokan terduga pencuri ayam di Tabanan, Bali. Penyidikan masih berlanjut dan berpotensi menetapkan tersangka baru.
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.