Status Guru Honorer Kulonprogo Terancam SE Baru Mendikdasmen
Guru honorer Kulonprogo terancam imbas SE Mendikdasmen 2026. Disdikpora siapkan penataan menuju status ASN.
Foto ilustrasi tanah longsor dibuat menggunakan artificial intelligence.
Harianjogja.com, KULONPROGO—Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kabupaten Kulonprogo selama dua hari terakhir memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah kapanewon. Mayoritas dampak berupa tebing longsor dan pohon tumbang yang menimbulkan kerusakan rumah dan menutup akses jalan.
Berdasarkan data Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulonprogo, tercatat 37 titik bencana hidrometeorologi. Kontur perbukitan di beberapa kapanewon membuat tebing mudah longsor ketika diguyur hujan terus menerus.
“Total laporan kejadian yang masuk ada 37 peristiwa, terdiri dari tebing longsor dan pohon tumbang. Titik-titik ini berada di Kapanewon Kokap, Girimulyo, Kalibawang, Pengasih, dan Samigaluh,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran, dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, Minggu (1/3/2026).
Eko menambahkan, kejadian ini terjadi pada Jumat (27/2/2026) dan Sabtu (28/2/2026). Kapanewon Kokap menjadi daerah paling terdampak dengan 18 titik bencana, mayoritas berupa tanah longsor, sedangkan pohon tumbang hanya satu kejadian.
“Tanah longsor di Kokap menutup jalan dan merusak beberapa rumah warga,” ujarnya. Dari total 37 kejadian, tujuh peristiwa berupa pohon tumbang. Beberapa menimpa rumah, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.
Kerusakan akibat pohon tumbang meliputi genting dan asbes atap rumah warga yang pecah. Beberapa pohon juga melintang di Jalan Provinsi Nanggulang-Tegal Sari, mengganggu akses transportasi. “Dampak bencana tidak hanya merusak rumah, tetapi juga menutup sebagian atau seluruh badan jalan,” jelas Eko.
BPBD mencatat ada enam jalan kabupaten terdampak tanah longsor, empat jalan provinsi terdampak tanah longsor dan pohon tumbang, serta enam jalan desa atau kampung yang mengalami dampak serupa. Beberapa jalan aksesnya terputus total, sementara yang lain hanya tertutup sebagian.
Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Setiawan Tri Widada, menambahkan assessment dan penanganan masih terus berlangsung. Dua tim masih menyisir titik terdampak, khususnya tanah longsor. Penanganan difokuskan pada pemulihan akses jalan dan rumah warga yang rusak.
“Untuk jalan, dimintakan assessment ke PU agar diperbaiki sesuai kemampuan. Longsor yang merusak rumah diajukan ke Baznas untuk kemungkinan bedah rumah, sedangkan BPBD hanya dapat memberikan bantuan atap rusak berupa seng atau terpal,” kata Setiawan.
Hingga Minggu (1/3/2026), sejumlah titik masih dalam penanganan, termasuk pembersihan material tanah yang menutupi jalan dan halaman rumah warga.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Guru honorer Kulonprogo terancam imbas SE Mendikdasmen 2026. Disdikpora siapkan penataan menuju status ASN.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.
IDAI mengingatkan bahaya heat stroke pada anak saat cuaca panas ekstrem akibat El Nino. Orang tua diminta atur aktivitas dan cairan.
Defisit APBN April 2026 turun ke Rp164,4 triliun, keseimbangan primer kembali surplus Rp28 triliun.