18 Guru Kulonprogo Mundur, Gaji Minim Pilih Kerja di SPPG
Sebanyak 18 guru Kulonprogo mundur saat proses JLOP. Gaji minim diduga jadi penyebab, memperparah kekurangan tenaga pendidik.
Salah satu rumah di Berbah, Sleman, yang rusak akibat tertimpa pohon tumbang saat hujan deras disertai angin kencang, Jumat (24/1/2024). - Antara/ist-BPBD Sleman
Harianjogja.com, KULONPROGO— Angin kencang yang melanda wilayah Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulonprogo, Kamis (5/3/2026), menyebabkan satu pohon tumbang dan menimpa rumah milik seorang warga lanjut usia. Akibat kejadian tersebut, atap rumah milik Karto Prawiro mengalami kerusakan berat.
Peristiwa ini terjadi di Padukuhan Kemaras, Kalurahan Sidomulyo, sekitar pukul 14.00 WIB. Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kulonprogo (BPBD) langsung turun ke lokasi untuk melakukan assessment dan penanganan awal.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kulonprogo, Eko Susanto, mengatakan pohon tumbang akibat angin kencang menimpa rumah milik Karto Prawiro.
“Akibat angin kencang menimpa rumah di Kemaras milik Karto Prawiro alami kerusakan parah dan tidak bisa didirikan kembali,” katanya kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Atap rumah ambruk hingga merusak konstruksi bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Meski demikian, penghuni rumah berhasil selamat dari kejadian tersebut.
“Penghuni rumah selamat, rumahnya hancur karena terbuat dari kayu,” lanjut Eko.
Saat ini, korban telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Penanganan lanjutan akan disesuaikan dengan kondisi anggaran yang tersedia. BPBD juga berupaya mengajukan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) maupun program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk membantu perbaikan rumah tidak layak huni.
Pohon yang tumbang diketahui menimpa bagian tengah rumah sehingga struktur utama bangunan mengalami kerusakan cukup parah.
“ Saat ini assessment dan bantuan darurat terutama untuk korban sudah diberikan,” jelas Eko.
Sementara itu, Dukuh Kemaras, Setyawan, menuturkan bahwa Karto Prawiro yang akrab disapa Mbah Karto kini telah berusia 94 tahun. Setelah kejadian, warga langsung mengevakuasi Mbah Karto ke rumah kerabatnya untuk keamanan.
“Mbah Karto sudah dievakuasi warga ke rumah kerabatnya yang lebih aman. Sedangkan kondisi rumahnya yang tertimpa pohon sebagian besar atapnya dan dindingnya hancur sehingga tidak memungkinkan dihuni dalam waktu dekat,” ungkapnya.
Warga bersama relawan juga bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan serta memotong batang pohon besar yang masih menindih rumah korban agar proses penanganan bisa segera diselesaikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 18 guru Kulonprogo mundur saat proses JLOP. Gaji minim diduga jadi penyebab, memperparah kekurangan tenaga pendidik.
Pemkab Sleman mengalokasikan Rp8,6 miliar untuk pemeliharaan jalan desa pada 2026. Sebanyak 86 desa mendapat Rp100 juta.
Kemnaker membuka sertifikasi kompetensi gratis bagi alumni magang nasional hingga 15 Mei 2026 dengan sertifikat resmi BNSP.
PDAB Tirtatama DIY mengusulkan kenaikan tarif air curah Rp500 per meter kubik untuk menekan subsidi Pemda DIY yang membengkak.
Anthony Ginting menghadapi Shi Yu Qi pada hari kedua Thailand Open 2026. Berikut jadwal lengkap 10 wakil Indonesia di Bangkok.
Lima weton diprediksi perlu ekstra waspada pada Rabu Kliwon 13 Mei 2026, mulai konflik hingga persoalan finansial.