Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Putus, DPRD Bantul Usulkan Perbaikan Lewat BTT
Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi. DPRD mengusulkan perbaikan lewat BTT dan meminta rute dikaji ulang.
Foto ilustrasi mudik Lebaran. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL— Pemerintah Kabupaten Bantul memprediksi sekitar 1,8 juta pemudik akan masuk ke wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada masa mudik Lebaran tahun ini. Sejumlah langkah pengamanan dan pelayanan publik pun disiapkan untuk menyambut kedatangan para pemudik.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan pemerintah daerah telah melakukan koordinasi bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pengamanan akan dilakukan selama tujuh hari sebelum hingga tujuh hari setelah Lebaran.
"Harapan kami sinergi ini nanti akan menghasilkan satu kinerja yang optimal untuk memberikan layanan yang semakin baik bagi para pemudik yang kami proyeksikan berjumlah 1,8 juta se-DIY," kata Halim, Selasa (10/3/2026).
Layanan Publik Disiapkan
Halim menjelaskan, pemerintah daerah menyiapkan berbagai layanan untuk mendukung kelancaran arus mudik, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga memastikan layanan kesehatan dan fasilitas publik tetap berjalan selama libur Lebaran.
"Dinas yang telah kami tunjuk sudah memahami layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat pemudik. Kami optimistis dengan dukungan Forkopimda dan Forkopimkap, Bantul akan semakin kondusif pada Lebaran nanti," ujarnya.
Dishub Dirikan Lima Pos Pantau
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Singgih Riyadi, menyampaikan jumlah pemudik diperkirakan meningkat sekitar 7–10 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak arus kedatangan diprediksi terjadi pada H-4 Lebaran, sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada H+2 Lebaran.
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas, Dishub Bantul akan mendirikan lima pos pantau mulai H-7 Lebaran. Pos tersebut berada di Simpang Empat Klangon, Sedayu, Srandakan, Piyungan dan Jembatan Kabanaran serta Parangtritis.
Selain itu, Dishub juga akan memasang rambu penunjuk arah pada sejumlah jalur alternatif agar arus kendaraan tidak menumpuk di satu ruas jalan.
"Jalur yang diprediksi padat tentu ada di JJLS, Sedayu–Pajangan dan Piyungan–Prambanan. Semua sudah dikover dengan pos pantau yang kami dirikan, sehingga petugas bisa mengurai jika terjadi kepadatan lalu lintas," kata Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Pantai Cangkring-Tanggultirto Bantul putus akibat abrasi. DPRD mengusulkan perbaikan lewat BTT dan meminta rute dikaji ulang.
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Sugiono resmi dilantik menjadi Menko PMK dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Simak sejumlah capaian Sugiono selama menjabat Menlu.
Per 1 Oktober 2026, belum ada gerai KDMP di Kulonprogo yang beroperasi. Verifikasi dan validasi bangunan masih berlangsung.
Bahlil Lahadalia mengatakan Kemenko Hilirisasi dan Transisi Energi dibentuk untuk mempercepat eksekusi target hilirisasi dan transisi energi.