Ratusan Galon Bekas Disulap Jadi Media Tanam Padi, DPRD Jogja Minta Ditiru
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Gelaran WJNC 2024. - Foto dok/Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA— Perhelatan Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) 2026 dipastikan hadir dengan format baru yang lebih panjang, tidak lagi hanya berlangsung satu malam, tetapi digelar selama sepekan penuh.
Perubahan konsep ini diinisiasi oleh Pemerintah Kota Jogja untuk memperluas fungsi WJNC, tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga sarana edukasi publik, khususnya terkait isu keberlanjutan dan pengelolaan sampah.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja, Lucia Daning Krisnawati, menjelaskan durasi yang lebih panjang memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat dan wisatawan untuk memahami pesan yang dibawa dalam setiap rangkaian kegiatan.
“Dengan durasi yang lebih panjang, ruang sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan menjadi lebih luas. Tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga menyerap pesan yang dibawa,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Selama sepekan, WJNC tidak hanya menampilkan karnaval utama, tetapi juga berbagai kegiatan pendukung yang mendorong partisipasi publik, terutama dalam menjaga kebersihan dan lingkungan kota.
Wali Kota Jogja, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa perubahan ini sejalan dengan arah baru WJNC yang mengedepankan nilai edukasi, bukan sekadar tontonan visual.
Ia menekankan filosofi wayang yang menjadi dasar acara ini memuat unsur tontonan, tuntunan, dan tatanan, yang diharapkan mampu memberi pesan moral bagi masyarakat, khususnya terkait persoalan sampah.
“Indikator keberhasilan bukan lagi jumlah penonton, tetapi apakah setelah acara masyarakat menjadi lebih sadar menjaga kebersihan dan keteraturan,” katanya.
Dengan konsep baru tersebut, Pemkot berharap WJNC mampu berkembang menjadi lebih dari sekadar agenda wisata tahunan, tetapi juga menjadi gerakan kolektif yang membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Poktan Swa Katon Asri Wirobrajan menanam padi dalam ratusan galon bekas. DPRD Kota Jogja menilai inovasi ini layak direplikasi.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.