22 Keluarga Miskin Kulonprogo Dapat Bantuan Bedah Rumah Rp440 Juta
Baznas Kulonprogo menyalurkan Rp440 juta untuk memperbaiki rumah 22 keluarga di Galur, Panjatan, dan Wates melalui program RLHB.
Petugas kesehatan memberikan vaksin dengan menyuntikannya ke calon jemaah haji di Puskesmas Wates, Selasa (7/4/2026). Vaksin yang diberikan meliputi polio, meningitis dan Covid-19. Istimewa - .
Harianjogja.com, KULONPROGO—Program vaksinasi bagi calon jemaah haji 2026 di Kulonprogo mulai berjalan dengan skema pemeriksaan berlapis. Dinas Kesehatan Kulonprogo menyiapkan seluruh puskesmas sebagai titik layanan untuk memastikan jemaah memenuhi syarat kesehatan sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Sebanyak 383 calon jemaah haji dijadwalkan mengikuti vaksinasi yang dilakukan bertahap sesuai kesiapan masing-masing puskesmas. Proses ini menjadi bagian penting untuk mencegah potensi penularan penyakit selama perjalanan maupun saat pelaksanaan ibadah haji di Makkah.
Kepala Dinkes Kulonprogo, Susilaningsih, menjelaskan vaksin yang wajib diberikan meliputi meningitis, polio, serta Covid-19 bagi jemaah yang belum pernah menerima vaksin tersebut.
"Vaksinasi diberikan sebagai langkah pencegahan terhadap penyakit menular yang berpotensi terjadi selama perjalanan maupun saat pelaksanaan ibadah haji," katanya saat dihubungi, Rabu (8/4/2026).
Sebelum menerima vaksin, seluruh jemaah diwajibkan menjalani skrining kesehatan. Pemeriksaan ini mencakup kondisi fisik, tekanan darah, hingga riwayat penyakit untuk meminimalkan risiko Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).
Jika ditemukan kondisi kesehatan yang belum memungkinkan, vaksinasi akan ditunda sementara hingga jemaah dinyatakan layak. Setelah evaluasi ulang, vaksinasi baru dapat diberikan.
Susilaningsih berharap langkah ini mampu memberikan perlindungan optimal sehingga seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan lancar.
"Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh calon jamaah haji Kabupaten Kulonprogo dapat memiliki perlindungan kesehatan yang optimal sehingga mampu menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman, sehat, dan lancar," ungkapnya.
Di sisi lain, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Yogyakarta akan melakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kelayakan terbang jemaah.
Pelaksana tugas Kepala BKK Kelas II Yogyakarta, Tatok Redjadi, menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas kesehatan di DIY dan Karesidenan Kedu yang masuk dalam embarkasi haji di Bandara YIA.
"Itu sudah koordinasi jadi untuk menyampaikan kepada Dinas-Dinas Kesehatan agar supaya memang benar-benar fiks calon jemaah haji itu benar-benar istitaah kesehatan. Kami akan membuka insyaallah sembilan meja pemeriksaan, karena kita akan melakukan pemeriksaan kembali," jelasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Baznas Kulonprogo menyalurkan Rp440 juta untuk memperbaiki rumah 22 keluarga di Galur, Panjatan, dan Wates melalui program RLHB.
LPS mencatat tiga BPR di DIY dicabut izin usahanya. Klaim penjaminan simpanan yang dibayarkan mencapai Rp58,51 miliar.
Disdikpora Kota Jogja mencatat kekurangan 71 guru SD dan SMP pada 2026. Kebutuhan sementara dipenuhi melalui berbagai skema, termasuk dana BOS.
BPK menemukan masalah pengelolaan keuangan negara senilai Rp49,28 triliun. Sebesar Rp1,80 triliun telah dikembalikan selama pemeriksaan.
Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto menyoroti tren penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat ke daerah atau TKD.
Tiket MotoGP Mandalika 2026 habis terjual di semua kategori, termasuk royal box. Penyelenggara memastikan tidak menambah kuota tiket.