Tak Hanya Lulusan Rendah, TPPO Kini Sasar Sarjana hingga Magister
Kementerian Imipas mengungkap korban TPPO kini banyak berasal dari lulusan S1 dan S2. Modus lowongan kerja bergaji tinggi di media sosial jadi pemicu.
Ilustrasi UMKM /Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, KULONPROGO — Jajaran pengurus Forum Komunikasi UMKM Kulonprogo masa bakti 2026–2029 resmi dikukuhkan. Pembentukan forum ini melalui proses panjang yang melibatkan berbagai pihak secara partisipatif.
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antar pelaku usaha sekaligus menjalin kemitraan dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Libatkan Pelaku Usaha hingga Akademisi
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, menjelaskan susunan pengurus diisi oleh pelaku usaha yang telah berhasil mengembangkan bisnisnya.
"Unsur pengurus ini kami ambil dari para pejuang UMKM yang sudah running usahanya. Harapannya, mereka bisa menjadi contoh sekaligus motivator bagi teman-teman UMKM lain agar bisa berkembang bersama," ujarnya.
Selain praktisi, forum ini juga melibatkan unsur akademisi untuk memperkuat arah pengembangan UMKM di daerah.
Fokus Pemetaan Potensi Wilayah
Iffah menyebutkan struktur organisasi forum mencakup perwakilan dari setiap kapanewon di Kabupaten Kulonprogo. Langkah ini bertujuan mempermudah pemetaan potensi unggulan di masing-masing wilayah.
Menurutnya, identifikasi tersebut penting agar program pembinaan bisa lebih terarah dan efektif.
"Misalnya, satu wilayah unggul di olahan pangan, sementara wilayah lain di kerajinan atau sandang. Dengan begitu, pendampingan bisa lebih tepat sasaran," jelasnya.
Dorong Digitalisasi dan Daya Saing
Ketua Forum Komunikasi UMKM Kulonprogo, Radiya Santoso, menegaskan pentingnya kolaborasi dan inovasi untuk menghadapi tantangan ke depan.
Ia menyebut forum ini akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di daerah, terutama dalam menghadapi persaingan pasar dan tuntutan transformasi digital.
"Forum ini memiliki peran strategis sebagai wadah kolaborasi dan penggerak ekonomi kerakyatan," katanya.
Beberapa fokus utama kepengurusan ke depan antara lain Akselerasi digitalisasi UMKM, Peningkatan kualitas dan daya saing produk dan Penguatan jejaring dan kemitraan.
Bangun Semangat Gotong Royong
Radiya juga mengajak para pelaku usaha untuk meninggalkan persaingan tidak sehat dan mengedepankan kolaborasi.
Ia berharap forum ini dapat menjadi ruang bersama untuk saling belajar dan berkembang.
"Mari kita perkuat sinergi agar UMKM Kulonprogo bisa naik kelas, mandiri, dan memiliki daya saing yang kuat di pasar global," ujarnya.
Dengan terbentuknya forum ini, diharapkan UMKM di Kulonprogo semakin solid dan mampu berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kementerian Imipas mengungkap korban TPPO kini banyak berasal dari lulusan S1 dan S2. Modus lowongan kerja bergaji tinggi di media sosial jadi pemicu.
CEO OpenAI Sam Altman menyebut dunia telah memasuki era singularitas AI. Pernyataan itu memicu perdebatan baru tentang manfaat dan risiko kecerdasan buatan bagi
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto