YIA Bantu Perahu Evakuasi, Perkuat Mitigasi Bencana di Kulonprogo
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
Foto ilustrasi petugas pemadam kebakaran bekerja memadamkan api di lokasi kejadian kebakaran. - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Seorang pria lanjut usia berinisial MS, 77, warga Kapanewon Pengasih, harus mendapatkan penanganan khusus setelah mengalami insiden alat vital terjepit botol plastik. Penanganan dilakukan di RSUD Wates dengan melibatkan tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Kulonprogo.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (14/4/2026) dan sempat membuat keluarga khawatir karena kondisi MS tidak segera terdeteksi sejak awal.
Kronologi Kejadian
Menantu korban berinisial S mengungkapkan, keluarga awalnya tidak mengetahui secara pasti penyebab insiden tersebut. Namun, sekitar tiga hari sebelum dibawa ke rumah sakit, keluarga mulai curiga karena cara berjalan MS terlihat tidak seperti biasanya.
“Kami melihat ada perubahan saat berjalan, tapi beliau tidak mengeluh apa pun,” ujar S saat ditemui, Kamis (16/4/2026).
Kondisi tersebut diperparah dengan keterbatasan komunikasi, mengingat pendengaran MS sudah menurun. Akibatnya, keluarga tidak segera mengetahui keluhan yang sebenarnya dialami.
Merasa khawatir, pihak keluarga akhirnya memutuskan membawa MS ke RSUD Wates untuk mendapatkan penanganan medis. Di sanalah diketahui bahwa alat vital korban mengalami pembengkakan akibat terjepit botol plastik, sehingga membutuhkan tindakan segera.
“Setelah diperiksa di rumah sakit, baru diketahui kondisinya cukup darurat,” ungkap S.
Penanganan Medis dan Peran Damkar
Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, Eko Damayanti, membenarkan bahwa kasus tersebut memerlukan penanganan khusus di luar peralatan medis standar yang tersedia di rumah sakit.
“Penanganan sudah sesuai SOP, tetapi karena keterbatasan alat, kami meminta bantuan Damkar,” jelasnya.
Direktur Utama RSUD Wates, Eko Budiarto, menjelaskan bahwa proses pelepasan dilakukan dengan teknik hati-hati untuk menghindari cedera lebih lanjut.
Tim medis terlebih dahulu menyisipkan pelindung di antara bagian yang terjepit menggunakan alat sederhana yang dilapisi pelumas medis. Setelah itu, proses pemotongan botol dilakukan secara perlahan menggunakan gergaji khusus.
“Bagian antara tutup botol dan alat vital diselipkan pelindung yang diberi pelicin medis, kemudian dilakukan pemotongan secara terkontrol,” jelasnya.
Proses tersebut melibatkan Damkar yang memiliki peralatan teknis untuk membantu evakuasi benda asing secara aman.
Kondisi Terkini
Setelah melalui penanganan gabungan tim medis dan Damkar, kondisi MS dilaporkan mulai membaik. Pembengkakan berhasil diatasi dan tidak ditemukan cedera serius pasca tindakan.
Pihak rumah sakit maupun keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti bagaimana botol plastik tersebut bisa terpasang. Namun, kasus ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan, terutama pada lansia dengan keterbatasan komunikasi.
Selain itu, kejadian ini juga menegaskan peran luas Damkar yang tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi darurat non-kebakaran yang membutuhkan penanganan teknis khusus di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YIA menyerahkan perahu karet dan motor tempel kepada relawan SAR untuk memperkuat kesiapsiagaan bencana di pesisir Kulonprogo.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.