Parkir Lapangan Pemda Sleman Ditata, Tarif Mulai Rp2.000
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
kereta gantung/ Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN— Rencana pembangunan kereta gantung di kawasan Candi Prambanan terus bergerak maju setelah Pemerintah Daerah (Pemda) DIY memberikan persetujuan prinsip atas investasi senilai Rp200 miliar. Proyek ini menjadi bagian dari pengembangan destinasi wisata unggulan bertajuk Prambanan Heritage Skyline.
Persetujuan tersebut mengemuka dalam rapat daring antara Pemkab Sleman melalui DPMPTSP dan Bapperida DIY pada Kamis (16/4/2026). Pemerintah daerah menyatakan dukungan penuh terhadap proyek yang berlokasi di Kalurahan Bokoharjo dan Sambirejo, Kapanewon Prambanan.
Kepala DPMPTSP Sleman, Triana Wahyuningsih, menjelaskan proyek ini dirancang untuk memperkuat daya tarik kawasan Candi Prambanan sebagai destinasi kelas dunia. Selain meningkatkan kunjungan wisata, proyek ini juga diharapkan membuka lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan pelaku usaha lokal.
“Pengembangan kawasan ini tidak hanya berorientasi ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Secara konsep, jalur kereta gantung akan menghubungkan wilayah Bokoharjo menuju Sambirejo. Rute ini melintasi perbukitan di sisi utara dengan panorama langsung ke Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko dari ketinggian.
Keberadaan proyek ini juga dinilai sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengembangan kawasan strategis pariwisata, khususnya koridor Borobudur–Yogyakarta–Prambanan yang menjadi prioritas pemerintah pusat.
Pemkab Sleman memastikan seluruh tahapan pembangunan akan melalui kajian komprehensif. Mulai dari analisis dampak lingkungan, kesesuaian tata ruang, hingga dampak sosial dan budaya terhadap masyarakat sekitar.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan proyek tidak hanya memberikan keuntungan jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang serta tetap menjaga kelestarian kawasan cagar budaya.
Di sisi lain, pemerintah desa juga menyoroti pentingnya keterlibatan warga lokal. Lurah Bokoharjo, Dody Heriyanto, meminta agar masyarakat sekitar diprioritaskan sebagai tenaga kerja dalam proyek tersebut.
Menurutnya, kehadiran kereta gantung tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata baru, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat setempat.
Jika terealisasi, Prambanan Heritage Skyline berpotensi menjadi ikon baru pariwisata DIY. Wisatawan nantinya dapat menikmati lanskap budaya dan alam dari sudut pandang berbeda, sekaligus memperkuat posisi kawasan Candi Prambanan sebagai destinasi unggulan nasional hingga internasional.
Dengan dukungan pemerintah dan keterlibatan masyarakat, proyek kereta gantung ini diharapkan segera masuk tahap realisasi dan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi serta pariwisata di wilayah Prambanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dishub Sleman menata parkir Lapangan Beran Tridadi dengan tarif Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 bagi mobil saat non-event.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 1 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap di sini.
Jadwal SIM Keliling Jogja Oktober 2026 tersedia di sejumlah lokasi. Simak jam layanan dan syarat perpanjangan SIM A serta SIM C.
Nakhoda KM Virgo Transport 8 berinisial AY ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan terkait tenggelamnya kapal di perairan Laut Jawa.
Nanang Hendarno resmi menjadi Dirut Telkom menggantikan Dian Siswarini. Simak profil dan susunan terbaru Direksi serta Komisaris Telkom.
Jadwal KRL Jogja-Solo 1 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan dari Jogja ke Palur. Simak jadwal tiap stasiun dan tarif Rp8.000.