142 Pekerja Terkena PHK di Bantul per Mei 2026, Ini Sektor Terdampak
Disnaker Bantul mencatat 142 pekerja terkena PHK hingga Mei 2026. Kasus berasal dari sektor kesehatan, IT, manufaktur, dan perdagangan.
Ilustrasi penyembelihan hewan kurban/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Temuan parasit cacing hati atau Fasciola masih ditemukan pada hewan kurban di Kabupaten Kabupaten Bantul saat perayaan Iduladha 1447 Hijriah. Meski jumlah kasus cukup banyak, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul memastikan daging kurban tetap aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Kepala DKPP Bantul Joko Waluyo menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir apabila menemukan organ hati hewan kurban yang terinfeksi cacing. Menurutnya, bagian yang terdampak cukup dipisahkan, sementara daging lainnya masih layak konsumsi.
“Dagingnya tetap aman dikonsumsi. Yang dibuang hanya bagian hati yang terkena luka akibat cacing hati,” kata Joko, Jumat (29/5/2026).
Ratusan Kasus Ditemukan Saat Pemeriksaan Kurban
Berdasarkan hasil quick count penyembelihan hewan kurban pada 27–28 Mei 2026, total temuan fasciola di Bantul mencapai 493 ekor hewan. Rinciannya meliputi 352 ekor sapi, 31 ekor kambing dan 110 ekor domba.
Sementara total hewan kurban yang telah disembelih mencapai 26.963 ekor dari 2.128 titik penyembelihan yang tersebar di seluruh wilayah Bantul.
Angka ini menunjukkan bahwa kasus cacing hati masih menjadi temuan rutin setiap musim kurban, meskipun tidak berdampak pada seluruh populasi hewan yang dipotong.
Penyebab Cacing Hati pada Ternak
Menurut Joko, infeksi Fasciola umumnya berasal dari pakan hijauan yang terkontaminasi larva parasit. Salah satu perantaranya adalah siput kecil yang hidup di area rumput basah.
“Carrier-nya biasanya dari siput kecil yang ada di rumput pakan lalu termakan ternak,” ujarnya.
Parasit ini menyerang organ hati hewan dan menyebabkan luka sehingga bagian tersebut tidak layak konsumsi. Namun, kondisi tersebut tidak memengaruhi kualitas daging secara keseluruhan selama proses penyembelihan dilakukan dengan higienis.
Penanganan Aman, Daging Tetap Bisa Dikonsumsi
DKPP Bantul memastikan penanganan dilakukan dengan standar kesehatan hewan. Petugas di lapangan memberikan pendampingan kepada panitia kurban agar dapat memilah organ yang terinfeksi.
“Kalau sudah terlanjur terkena, ya tinggal bagian yang ada cacingnya dibuang,” katanya.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak panik jika menemukan hati hewan yang rusak. Selama bagian terinfeksi dibuang, daging masih aman untuk diolah dan dikonsumsi.
Edukasi dan Pencegahan Terus Dilakukan
DKPP Bantul juga telah mengerahkan petugas kesehatan hewan ke berbagai titik penyembelihan untuk melakukan pemeriksaan langsung serta edukasi kepada panitia kurban.
Pencegahan sebenarnya dapat dilakukan sejak masa pemeliharaan ternak, salah satunya dengan pemberian obat cacing secara rutin.
“Kalau sudah terlanjur terkena, ya tinggal bagian yang ada cacingnya dibuang,” kata Joko menegaskan kembali.
Potensi Kasus Masih Bertambah
Joko menyebutkan jumlah temuan masih berpotensi meningkat karena proses penyembelihan hewan kurban belum sepenuhnya selesai, terutama pada hari-hari tasyrik.
“Perkiraannya masih akan bertambah karena penyembelihan belum selesai semua,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Disnaker Bantul mencatat 142 pekerja terkena PHK hingga Mei 2026. Kasus berasal dari sektor kesehatan, IT, manufaktur, dan perdagangan.
Bulog Jogja mencapai 100% target penyerapan gabah 2026 pada Juli dengan total 196.431 ton setara beras guna memperkuat cadangan pangan.
Kemendagri meminta Pemda mengoptimalkan pajak kendaraan bermotor setelah penerimaan PKB turun Rp11,58 triliun pada 2025.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000, perjalanan pertama pukul 05.00 WIB.
Menteri PPPA Arifah Fauzi mengecam ancaman bom di SDN Srengseng saat MPLS karena mencederai hak anak atas rasa aman di sekolah.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 15 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000, keberangkatan pertama pukul 05.05 WIB.