Transmigran Jogja ke Konawe Utara Berangkat Tanpa Jatah Hidup
Transmigran asal Jogja yang ditempatkan di Konawe Utara tak mendapat jatah hidup. Pemkot Jogja berencana mencari dukungan Baznas.
Ibadah haji - Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Jumlah jemaah haji asal Kabupaten Sleman yang meninggal dunia pada penyelenggaraan ibadah haji 2026 bertambah menjadi dua orang. Satu jemaah wafat saat proses pemberangkatan menuju Tanah Suci, sedangkan satu lainnya meninggal ketika menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sleman mencatat kabar duka terbaru berasal dari seorang jemaah asal Kapanewon Tempel yang meninggal dunia di Jeddah. Dengan tambahan laporan tersebut, hingga awal Juni 2026 terdapat dua jemaah haji asal Sleman yang wafat dalam rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Jemaah pertama yang dilaporkan meninggal dunia adalah Saenun Effendi Mangundiharjo. Jemaah berusia 83 tahun yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA) itu meninggal akibat sakit saat proses pemberangkatan menuju Arab Saudi.
Kabar duka berikutnya datang dari Tanah Suci. Jemaah haji asal Dusun Plambongan RT 02 RW 011, Kalurahan Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sukarman Rono Taruno bin Rono Taruno, meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
Almarhum berusia 77 tahun dan tercatat sebagai anggota Kloter 2 YIA, Rombongan 9, Regu 33.
Kasi Bina dan Pengendalian Haji dan Umrah Kemenhaj Sleman, Siti Bahronah, menjelaskan Sukarman meninggal dunia pada Selasa (26/5/2026) pukul 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS) di Rumah Sakit King Abdul Aziz, Jeddah.
Jenazah almarhum kemudian dimakamkan di Arab Saudi pada Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 10.00 WAS.
Dengan adanya dua kasus kematian tersebut, Kemenhaj Sleman menyatakan terus memberikan pendampingan serta dukungan kepada keluarga jemaah yang ditinggalkan.
Selain itu, Kemenhaj berharap seluruh jemaah haji asal Sleman yang masih menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci dapat diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan hingga kembali ke Indonesia.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan, jemaah haji asal Kabupaten Sleman akan mulai dipulangkan secara bertahap melalui Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) Kulonprogo pada 2 hingga 7 Juni 2026. Gelombang kepulangan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 26, 28, dan 29 Juni 2026.
Sebelumnya, penyelenggaraan ibadah haji 2026 juga diwarnai batalnya keberangkatan sejumlah calon jemaah asal Sleman. Sedikitnya empat calon jemaah dari Kloter 3, 4, dan 5 dipastikan tidak dapat berangkat ke Tanah Suci setelah dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan atau istithaah berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan akhir menjelang keberangkatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Transmigran asal Jogja yang ditempatkan di Konawe Utara tak mendapat jatah hidup. Pemkot Jogja berencana mencari dukungan Baznas.
Jadwal DAMRI YIA-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia untuk 5 rute. Simak jam keberangkatan dan tarif Rp80.000 per penumpang.
Jadwal KA Bandara YIA, Jumat 16 Oktober 2026, tersedia 24 perjalanan dari YIA ke Stasiun Tugu dan sebaliknya. Cek jam keberangkatan lengkapnya.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 10 perjalanan. Cek jam keberangkatan dari Jogja dan Kutoarjo.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 16 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 16 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.