Libur Panjang Dongkrak Wisata Prambanan, Kunjungan Tembus 54 Ribu

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 01 Juni 2026 21:37 WIB
Libur Panjang Dongkrak Wisata Prambanan, Kunjungan Tembus 54 Ribu

Wisatawan mengunjungi kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan di Sleman, DIY. - Antara/Hendra Nurdiyansyah

Harianjogja.com, SLEMAN—Lonjakan kunjungan wisata terjadi di kawasan Candi Prambanan dan Situs Ratu Boko selama periode libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Iduladha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila. Hingga akhir pekan, jumlah wisatawan yang datang ke dua destinasi unggulan tersebut telah menembus 54.000 orang.

Tingginya angka kunjungan ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat untuk menghabiskan masa liburan di destinasi wisata budaya dan sejarah, khususnya di kawasan Prambanan dan Ratu Boko yang menjadi ikon pariwisata DIY.

General Manager Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan dan Boko, Ratno Timur, mengatakan total kunjungan wisatawan ke Candi Prambanan dan Situs Ratu Boko hingga Minggu (31/5/2026) mencapai 54.000 orang.

“Untuk kunjungan di Prambanan dan Ratu Boko selama libur panjang ini mulai dari Idul Adha, Waisak sampai dengan hari ini cukup signifikan,” kata Ratno Timur saat dihubungi, Senin (1/6/2026).

Jumlah wisatawan masih terus bertambah pada hari terakhir libur panjang. Hingga Senin (1/6/2026) sekitar pukul 14.00 WIB, tercatat sekitar 7.000 wisatawan telah memasuki kawasan wisata tersebut. Angka itu diperkirakan terus meningkat hingga operasional destinasi berakhir pada malam hari.

Ratno menjelaskan, pihak pengelola sebelumnya memang telah memperkirakan adanya lonjakan kunjungan selama momen long weekend. Berdasarkan pengalaman pada periode libur panjang sebelumnya, jumlah wisatawan yang datang ke kawasan wisata tersebut kerap melampaui 10.000 orang per hari.

“Prediksi kami memang setiap long weekend angka kunjungan bisa di atas 10.000 orang,” katanya.

Menurutnya, tingginya kunjungan wisatawan tahun ini dipengaruhi oleh berdekatan dan beruntunnya sejumlah hari libur nasional serta keagamaan. Kombinasi libur Iduladha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila menciptakan masa liburan yang lebih panjang dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Ia menilai kondisi tersebut berbeda dengan periode yang sama pada tahun lalu. Saat itu, perayaan Waisak dan Iduladha memiliki jeda waktu sekitar satu bulan sehingga tidak menghasilkan efek libur panjang yang berkelanjutan.

“Kalau membandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, memang tahun ini cukup berbeda karena tanggal merahnya berdekatan. Tahun sebelumnya ada jeda sekitar satu bulan, sehingga angka kunjungan tahun ini jauh lebih signifikan,” ucapnya.

Selain mengandalkan daya tarik warisan budaya, pengelola juga menghadirkan sejumlah kegiatan khusus untuk menyambut lonjakan wisatawan selama libur panjang. Beragam atraksi dan kolaborasi kreatif digelar guna menambah pengalaman berkunjung para wisatawan.

“Kami juga menggelar acara merespon libur panjang ini. Di Prambanan ada kolaborasi dengan Sunflower Angel, patung bunga matahari yang viral itu dengan Mas Arafi [Arrofi Ramadhan] dan Mbak Sekar [Annisa Sekar P] yang di situ ada beberapa pentas Ramayana di pelataran Prambanan,” jelasnya.

Pihak pengelola optimistis jumlah kunjungan wisatawan ke Prambanan dan Ratu Boko masih berpotensi bertambah hingga berakhirnya seluruh rangkaian libur panjang yang dimanfaatkan masyarakat untuk berwisata bersama keluarga.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto, mengatakan kawasan candi yang berada di bawah pengelolaan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko masih menjadi destinasi favorit wisatawan.

Destinasi tersebut meliputi Candi Prambanan, Ratu Boko, Candi Ijo, Candi Sambisari, Candi Kalasan, Candi Sari, Candi Barong, hingga Candi Gebang. Sepanjang 2025, total kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi tersebut tercatat mencapai 2.634.596 kunjungan.

Saat ditanya mengenai data kunjungan wisatawan selama libur panjang Iduladha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila tahun ini secara keseluruhan, Kus mengaku masih menunggu rekapitulasi akhir.

“Nanti sewaktu tanggal 4 kan ada juga terkait libur sekolah. Nanti setelah itu baru bisa saya sampaikan ya,” kata Kus.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online