Wisata ke Kulonprogo Naik Saat Iduladha, Dispar Sebut Belum Terukur
Kunjungan wisata Kulonprogo naik saat libur Iduladha 2026, namun Dispar menyebut belum signifikan dan masih menunggu data resmi.
Logo halal Indonesia - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sebanyak 139 produk UMKM milik 123 pelaku usaha di Desa Wisata Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kulonprogo, resmi mengantongi sertifikat halal. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem wisata halal sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal di destinasi wisata unggulan Kabupaten Kulonprogo.
Program sertifikasi halal tersebut terlaksana melalui kolaborasi antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Selain memberikan kepastian kehalalan produk, sertifikasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan terhadap berbagai kuliner dan produk UMKM yang ditawarkan di kawasan Desa Wisata Jatimulyo.
Bupati Kulonprogo, Agung Setyawan, mengapresiasi dukungan yang diberikan Kemenpar dan BPJPH dalam mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Menurutnya, keberadaan label halal dapat menjadi nilai tambah yang memperkuat daya tarik pariwisata Kulonprogo dan Daerah Istimewa Yogyakarta secara umum.
"Besar harapan dengan adanya pensertifikatan ini akan memberikan jaminan rasa aman dan nyaman bagi para pengunjung wisata, terutama yang muslim, untuk dapat menikmati sajian-sajian di destinasi wisata kami dengan perasaan lega karena ada jaminan halal. Dengan ini pastinya akan menumbuhkembangkan keinginan untuk berkunjung ke destinasi wisata di Kulonprogo ini," tutur Agung kepada wartawan, Senin (1/6/2026).
Agung menjelaskan, proses sertifikasi halal tersebut diberikan secara gratis kepada pelaku UMKM melalui program pemerintah pusat. Untuk wilayah DIY, kuota sertifikasi halal gratis yang masih tersedia saat ini mencapai sekitar 6.000 sertifikat.
Di kalangan pelaku usaha, sertifikat halal disambut sebagai peluang untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang mereka hasilkan. Selain menjadi bukti kepatuhan terhadap standar kehalalan, sertifikasi tersebut juga dinilai mampu mendorong pengembangan usaha ke tingkat yang lebih tinggi.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Citra, perajin kuliner getuk gulung khas Jatimulyo. Ia mengaku bersyukur karena usaha keluarga yang telah lama dirintis kini memiliki sertifikat halal sebagai jaminan mutu dan kualitas produk.
"Alhamdulillah sudah sampai di titik ini, sudah bisa mendapatkan sertifikat halal. Dan harapannya semoga karena sudah mendapat sertifikat halal, ini semoga dagangan orang tua saya semakin laris dan jaya," ucap Citra.
Citra menjelaskan, getuk gulung yang diproduksinya dibuat dari singkong pilihan yang diolah melalui beberapa tahapan untuk menghasilkan tekstur yang lembut dan cita rasa yang khas.
"Jadi, itu terbuat dari singkong. Pertama-tama itu singkongnya dikupas, terus dicuci sampai empat kali. Setelah itu dikukus sampai matang, dan digiling beberapa kali sampai mendapatkan tekstur yang diinginkan. Setelah itu, diberi pewarna makanan dan juga gula serta margarin. Setelah itu kita dapat dibentuk, ya. Dibentuk hingga menjadi seperti ini," urai Citra.
Manfaat sertifikasi halal juga dirasakan Supriyanti, pemilik angkringan di kawasan Desa Wisata Jatimulyo. Bagi pelaku usaha kecil seperti dirinya, program sertifikasi halal gratis menjadi bentuk perhatian pemerintah yang dinilai sangat membantu pengembangan usaha mikro.
Dengan adanya sertifikat halal, Supriyanti berharap pelanggan semakin yakin terhadap produk yang dijual di warungnya sehingga dapat meningkatkan kenyamanan pengunjung yang datang ke kawasan wisata tersebut.
"Alhamdulillah, alhamdulillah senang banget. Saya cuman dagang angkringan kecil, bikin gorengan sama kopi. Ya itu aja," ungkapnya.
Keberhasilan sertifikasi 139 produk UMKM Desa Wisata Jatimulyo ini menjadi bagian dari penguatan wisata halal di Kulonprogo. Selain memperluas akses pasar bagi pelaku usaha lokal, program tersebut juga membuka peluang bagi destinasi wisata berbasis masyarakat untuk menghadirkan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kunjungan wisata Kulonprogo naik saat libur Iduladha 2026, namun Dispar menyebut belum signifikan dan masih menunggu data resmi.
Joey Pelupessy dan Calvin Verdonk belum bergabung dalam latihan perdana Timnas Indonesia jelang FIFA Match Day melawan Oman dan Mozambik.
Pertamina resmi mengubah harga BBM per 1 Juni 2026. Dexlite dan Pertamina Dex turun, sementara Pertamax Turbo mengalami kenaikan harga.
Harga tanah Colomadu Karanganyar naik hingga Rp17 juta per meter persegi. Kawasan Paulan, Malangjiwan, dan Baturan jadi incaran investor.
ASN Kota Cirebon yang mangkir 10 hari kerja berturut-turut tanpa alasan sah terancam penghentian gaji mulai bulan berikutnya.
Sebanyak 139 produk UMKM Desa Wisata Jatimulyo Kulonprogo resmi bersertifikat halal untuk mendukung pengembangan wisata halal dan UMKM lokal.