18 Dapur MBG di Bantul Belum Beroperasi, Ini Penyebabnya

Kiki Luqman
Kiki Luqman Senin, 08 Juni 2026 13:57 WIB
18 Dapur MBG di Bantul Belum Beroperasi, Ini Penyebabnya

Foto ilustrasi dapur Makan Bergizi Gratis, dibuat menggunakan Artificial Intelligence.

Harianjogja.com, BANTUL—Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bantul terus diperluas melalui keberadaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Hingga awal Juni 2026, sebanyak 135 SPPG telah terdata di berbagai kapanewon, namun belum seluruhnya dapat melayani masyarakat karena masih menghadapi sejumlah kendala teknis dan administratif.

Dari total SPPG yang tersedia, mayoritas telah beroperasi dan mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi. Meski demikian, puluhan unit lainnya masih menjalani proses perbaikan fasilitas, penyelesaian administrasi, hingga penanganan persoalan operasional tertentu sebelum dapat kembali dibuka.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bantul, Hermawan Setiaji, mengatakan sebanyak 102 SPPG saat ini telah aktif beroperasi. Sementara itu, 15 unit masih dalam tahap persiapan dan belum memulai pelayanan, sedangkan 18 unit lainnya untuk sementara menghentikan operasionalnya.

“Secara umum pelaksanaan program berjalan baik. Namun memang ada beberapa SPPG yang sementara belum dapat beroperasi karena berbagai faktor, mulai dari proses renovasi, administrasi, hingga penanganan kejadian tertentu yang masih memerlukan tindak lanjut,” ujar Hermawan saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).

Menurut dia, lebih dari seratus SPPG yang telah aktif menunjukkan kesiapan Bantul dalam mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga terus melakukan pengawasan dan evaluasi agar pelayanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Tiga SPPG Berhenti Operasi karena Kejadian Khusus

Berdasarkan data terbaru, terdapat tiga SPPG yang menghentikan operasional akibat kejadian menonjol yang masih memerlukan penanganan lanjutan. Ketiga unit tersebut yakni SPPG Bantul Pundong Srihardono, SPPG Bantul Jetis Patalan 2, dan SPPG Bantul Jetis Patalan 3.

Selain itu, tiga SPPG lainnya juga belum beroperasi karena sedang menjalani proses renovasi fasilitas. Lokasi yang sedang diperbaiki meliputi SPPG Bantul Kasihan Tirtonirmolo, SPPG Bantul Kasihan Tamantirto, serta SPPG Bantul Sedayu Argorejo.

Masalah IPAL dan Administrasi Jadi Kendala

Kendala operasional juga ditemukan pada aspek pengelolaan lingkungan. Dua SPPG yang berada di Bangunharjo, Sewon dan Tirtosari, Kretek, untuk sementara menghentikan pelayanan karena masih menjalani proses penanganan instalasi pengolahan air limbah (IPAL).

Sementara itu, sebagian besar penghentian operasional lainnya berkaitan dengan penyelesaian administrasi. Sedikitnya 10 SPPG yang tersebar di wilayah Banguntapan, Pandak, Sanden, Kasihan, Piyungan, Sedayu, Jetis, hingga Imogiri masih menunggu kelengkapan administrasi sebelum kembali menjalankan pelayanan kepada masyarakat.

Hermawan menegaskan Pemerintah Kabupaten Bantul terus berkoordinasi dengan seluruh pengelola SPPG agar berbagai hambatan yang muncul dapat segera diselesaikan.

“Kami berharap seluruh SPPG yang saat ini belum beroperasi bisa segera memenuhi persyaratan yang diperlukan sehingga pelayanan dapat kembali berjalan normal. Yang terpenting adalah memastikan aspek keamanan pangan, kelayakan fasilitas, serta administrasi benar-benar terpenuhi,” katanya.

Pemkab Bantul Lakukan Evaluasi Berkala

Pemkab Bantul juga terus melakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui jaringan SPPG yang telah terbentuk. Evaluasi tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas layanan tetap terjaga dan manfaat program dapat dirasakan masyarakat secara optimal.

Selain mendukung pemenuhan kebutuhan gizi penerima manfaat, keberadaan SPPG juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di Bantul. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong percepatan penyelesaian berbagai kendala agar seluruh SPPG dapat beroperasi penuh dan mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara maksimal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online