Rute Jeep Gumuk Pasir Diubah, Pemkab Bantul Cari Jalan Tengah

Kiki Luqman
Kiki Luqman Jum'at, 19 Juni 2026 14:57 WIB
Rute Jeep Gumuk Pasir Diubah, Pemkab Bantul Cari Jalan Tengah

Gumuk Pasir Parangtritis - Antara

Harianjogja.com, BANTUL — Pemerintah Kabupaten Bantul berencana melakukan penataan ulang rute jeep wisata di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis. Kebijakan ini ditempuh sebagai langkah menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi pariwisata dan upaya pemulihan ekosistem gumuk pasir yang kini tengah diprioritaskan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bantul, Ari Budi Nugroho, menjelaskan bahwa rencana penataan tersebut tidak akan menghapus aktivitas jeep wisata yang selama ini menjadi daya tarik utama kawasan Parangtritis. Namun, jalur operasional akan disesuaikan agar tidak lagi melintasi zona yang masuk dalam area konservasi.

Menurutnya, sejumlah rute jeep saat ini masih melewati Zona Inti Gumuk Pasir yang sedang dalam tahap restorasi vegetasi. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat proses alami pertumbuhan gumuk pasir yang menjadi karakter khas kawasan tersebut.

“Tujuannya agar gumuk pasir di zona inti bisa kembali tumbuh. Selama ini ada rute jeep yang melintasi area tersebut sehingga perlu penyesuaian,” ujar Ari, Jumat (19/6/2026).

Kawasan Gumuk Pasir Parangtritis sendiri memiliki luas sekitar 141 hektar dan telah ditetapkan sebagai area pemulihan. Program restorasi telah berjalan sejak 2024 melalui pengendalian vegetasi yang tumbuh di area gumuk agar tidak mengganggu dinamika pasir.

Pemkab Bantul juga menyiapkan langkah pengawasan lanjutan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang direncanakan kembali turun pada Juli 2026. Pemantauan ini menjadi bagian dari evaluasi berkala terhadap efektivitas penataan kawasan wisata tersebut.

Meski ada penyesuaian rute, pemerintah menegaskan bahwa aktivitas jeep wisata tetap diperbolehkan. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan komunitas jeep wisata Parangtritis untuk mencari solusi yang tidak merugikan pelaku usaha.

“Prinsipnya tetap win-win solution. Aktivitas ekonomi tetap berjalan, tapi rute harus disesuaikan agar pemulihan gumuk pasir juga berjalan optimal,” tegas Ari.

Saat ini, proses penentuan rute baru masih dalam tahap pembahasan bersama komunitas jeep melalui survei lapangan dan diskusi teknis. Pemerintah juga menyiapkan uji coba sebelum penerapan penuh, termasuk dalam konsep pengembangan geo trail wisata.

Selain itu, Pemkab Bantul turut merencanakan penganggaran lanjutan pada 2027 yang diharapkan dapat didukung melalui Dana Keistimewaan DIY untuk memperkuat program konservasi dan penataan kawasan.

Terkait jumlah armada, jeep wisata di kawasan tersebut diketahui mencapai ratusan unit yang dikelola oleh berbagai komunitas. Namun, data detail kepemilikan masih berada di Dinas Perhubungan Bantul.

Pemerintah menegaskan, tujuan utama penataan ini adalah menjaga keberlanjutan ekosistem Gumuk Pasir sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh manfaat ekonomi dari sektor pariwisata yang berkembang di kawasan tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online