JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul Bakal Punya Rest Area, Jadi Tempat Wisata
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bantuan program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial sebesar Rp2,1 miliar mulai dicairkan sejak Selasa (1/7/2014).
Rencananya, bantuan tersebut diberikan kepada 7.509 keluarga di Gunungkidul. Proyeksinya, bantuan ini selesai disalurkan pada Sabtu (5/7/2014) mendatang.
Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gunungkidul Dwi Warna Widi Nugraha mengakui bantuan ini dicairkan sejak 2008 lalu, dalam setahun, bantuan dari Kementerian Sosial diberikan dalam empat termin penyaluran. Besarannya juga bervariasai, mulai Rp125.000 sampai Rp500.000.
“Tujuannya untuk meringankan beban hidup sehari-hari. Utamanya, untuk biaya pendidikan dan biaya perawatan anak,” katanya kepada Harian Jogja, Rabu (2/7/2014).
Program bantuan ini diberikan untuk keluarga harapan dengan beberapa persayaratan.
Di antaranya, penerima harus memiliki anak berusia balita, sering berobat ke puskesmas atau memiliki anak yang telah bersekolah.
“Bantuan bisa diberikan kepada keluarga yang memenuhi beberapa persyaratan tersebut,” ungkap Dwi Warna.
Untuk mengatasi penyelewengan, tiap kecamatan disediakan tim pendampingan. Tugasnya, untuk mengawasi terhadap penggunaan bantuan yang diterima oleh warga.
“Harapannya warga bisa benar-benar memanfaatkan bantuan itu dengan benar. Jangan sampai dana itu digunakan untuk hal-hal yang tidak terlalu penting,” saran Dwi.
Salah seorang penerima bantuan, Suyeti, mengaku senang dan merasa terbantu dengan pencairan dana PKH tersebut. Dia berjanji akan menggunakan dana ini dengan benar karena bantuan sebesar Rp250.000 akan digunakan untuk biaya anaknya yang duduk di bangku SMP.
“Saya bisa membelikan anak saya kebutuhan sekolah yang baru. Kebetulan, saat ini juga memasuki tahun ajaran yang baru,” katanya saat ditemui Harian Jogja di Kantor Pos Wonosari.
Sejak enam tahun lalu Suyeti mengaku mendapatkan bantuan dari Kemensos.
Namun, untuk pencairan di 2014 sedikit mengalami keterlambatan karena bantuan ini baru diberikan di awal Juli. “Tidak apa-apa karena terpenting bantuan itu tetap cair,” kata warga Desa Gari, Kecamatan Wonosari itu.
Kepala Kantor Pos Wonosari Mufti Ismail mengatakan pencairan bantuan sedikit mengalami keterlambatan karena baru cair pada April lalu sehingga termin pertama 2014 baru dicairkan pada awal Juli ini.
Ismail tidak tahu pasti penyebab keterlambatan pencairan. Apalagi dana dari pemerintah pusat juga turun baru-baru saja sehingga setelah turun, maka langsung dicairkan ke penerima.
“Kemungkinan keterlambatan pencairan karena berbarengan dengan pelaksanaaan pemilu,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
JJLS Kelok 23 Gunungkidul-Bantul ditargetkan dibuka September 2026. Kawasan ini diwacanakan memiliki rest area, UMKM, dan gardu pandang.
Jadwal KRL Palur-Jogja Kamis 3 September 2026 mulai 05.00 hingga 20.42 WIB. Cek waktu kedatangan di setiap stasiun.
34 santri korban dugaan keracunan di Ponpes Manba'ul Hikam masih dirawat di RSI Siti Hajar dan dijadwalkan pulang Kamis pagi.
Jadwal KRL Jogja-Solo 3 September 2026 tersedia dari Yogyakarta hingga Palur. Cek waktu keberangkatan di setiap stasiun.
Hasil TKA tahun ini bisa diakses mandiri peserta melalui laman resmi TKA. Kemendikdasmen mengubah mekanisme pengumuman hasil tes.
Asia Tri Jogja 2026 memasuki edisi ke-21 di Sleman dengan tema Embodied Body dan menghadirkan seniman dari empat negara.