Aliran PDAM Macet Bertahun-tahun, Warga Panggang Beli Air hingga 17 Tangki
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo melantik 35 kepala desa terpilih di Gedung Kaca, Wates, Kulonprogo, Sabtu (31/10/2015). (Harian Jogja/Rima Sekarani)
Pilkades serentak Gunungkidul menghasilkan 56 kades yang akan dilantik minggu depan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pelantikan Kepala Desa (Kades) terpilih di Gunungkidul tidak akan serentak seperti saat pencoblosan pada 24 Oktober lalu. Rencana pelantikan pada Kamis (17/12/2015) mendatang hanya diikuti oleh 56 kades terpilih, sedang dua kades lainnya masih harus menunggu masa jabatan kades lama berakhir pada 30 Desember mendatang.
Dua desa yang pelantikannya tidak serentak adalah Desa Pengkol, Kecamatan Nglipar dan Semoyo, Kecamatan Patuk. Kepala Bagian Administrasi Pemerintahan Desa Sekretariat Daerah Gunungkidul Siswanto mengatakan, alasan pelantikan kades tidak serentak karena faktor teknis mengenai pertanggungjawaban anggaran 2015.
Awalnya pelantikan akan dilakukan bersamaan, namun aturan pembukuan yang ditutup per 25 Desember membuat hal tersebut sulit direalisasikan. Terlebih lagi di Desa Semoyo dan Pengkol yang masa jabatan kades lama baru berakhir pada 30 Desember.
“Untuk pelantikan akan dilakukan dua kali. Meski tidak serentak, ini bukan menjadi masalah,” kata Siswanto kepada Harian Jogja, Jumat (11/12/2015).
Dia menjelaskan, pelantikan pada Rabu pekan depan akan diikuti kades terpilih dari 56 desa. Sedangkan untuk dua desa lainnya masih harus menunggu masa jabatan kades lama berakhir.
“Kami sempat mengusulkan pelantikan pada 24 Desember. Tapi karena batas waktu penyusunan pertanggungjawaban yang mepet maka disetujui pelantikan pada tanggal 17 Desember,” ujarnya.
Siswanto menambahkan, untuk pelantikan di Desa Semoyo dan Patuk kemungkinan dilakukan di hari yang sama pada 30 Desember nanti. Berbeda dengan pelantikan kades di 56 desa yang dilakukan di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, pelantikan di dua desa itu akan dilakukan di desa masing-masing.
“Yang kami lantik Kades Pengkol dulu, setelahnya akan menuju ke Desa Semoyo untuk pelantikan di sana,” tuturnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Aliran PDAM di Padukuhan Padem, Panggang, Gunungkidul macet lebih dari lima tahun. Warga terpaksa membeli air saat musim kemarau.
Penutupan kali di belakang Kantor Pemkab Gunungkidul menelan Rp1,019 miliar untuk pembangunan parkir Taman Kuliner Wonosari.
Biarawati Katolik asal Timor-Leste, Suster Dulce Maria Guterres, meraih gelar Magister Kebidanan di UNISA Yogyakarta dan berbagi kisah toleransi.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.