Tujuh Kambing Mati Mendadak, 5 Warga Semanu Suspek Antraks
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Ilustrasi menghitung uang kertas rupiah (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)
APBD 2015 Kabupaten Gunungkidul, hingga Bulan November baru terserap 73%
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penyerapan anggaran di Pemkab Gunungkidul belum maksimal. Hingga akhir November penyerapannya baru mencapai 73,35% dari total anggaran sebesar Rp1,6 triliun.
Capaian itu merupakan akumulasi dari anggaran belanja langsung dan tidak langsung. Jika lebih diperinci lagi maka serapannya, belanja langsung sebesar Rp301 miliar atau terserap 59,74% dan belanja tidak langsung capaiannya sebesar Rp911 miliar atau terserap 79,33%.
Kepala Bidang Akutansi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Gunungkidul Rr Noor Indra Triwulandari tidak menampik hingga sekarang serapan anggaran pemkab belum maksimal. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi adanya dampak penerapan Undang-Undang No 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, yang mengatur pengetatan dalam penyaluran bantuan sosial dan hibah.
Dia menjelaskan, prinsip kehatia-hatian ini dilakukan agar pelaksanaannya tidak menyalahi aturan sehingga bisa terhindar dari masalah hukum. “Kami tidak bisa asal serap, karena kalau tidak hati-hati bisa dibidik aparat penegak hukum,” kata Noor saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/12/2015).
Anggaran belanja langsung pemkab menjadi pos anggaran yang serapannya paling minim. Namun, Noor mengaku tidak khawatir karena kondisi itu erat kaitannya dengan program pembangunan fisik di Gunungkidul.
“Rata-rata proyek fisik pemkab baru selesai di triwulan keempat 2015, jadi untuk saat ini terlihat minim, tapi nanti seiring dengan selesainya pembangunan penyerapan itu akan terdongkrak dengan sendirinya,” ujarnya.
Dia juga menyakini serapan anggaran di pemkab bisa lebih tinggi lagi. pasalnya, penutupan buku akhir tahun baru dilakukan per 28 Desember mendatang, sehingga masih ada waktu untuk memaksimalkan penyerapan. “Target penyerapan di atas 80%, dengan kondisi sekarang ini saya yakin bisa lebih,” katanya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tujuh kambing mati mendadak di Semanu, Gunungkidul. Lima warga mengalami luka kulit dan menjadi suspek antraks, hasil lab masih ditunggu.
Presiden Prabowo merombak kabinet pada 1 Oktober 2026. Bahlil, Sugiono, Dudung, Sarmuji, hingga Listyo Sigit mendapat posisi baru.
Revisi UU LLAJ mengusulkan denda truk ODOL hingga Rp50 miliar dan memperluas pihak yang dapat dikenai sanksi.
Buruh Jogja meminta outsourcing dihapus dan pekerja kontrak dibatasi maksimal satu tahun dalam pembahasan RUU Ketenagakerjaan.
Bahlil Lahadalia siap dilantik sebagai Menko Hilirisasi dan Energi sekaligus tetap menjabat Menteri ESDM.
KDMP Sumbersari Sleman telah berjalan enam bulan, tetapi pengelolaan belum penuh karena menunggu verifikasi, serah terima gedung, dan regulasi.