Jaga Kualitas Ikan, Pabrik Es Dibangun di Pantai Baron Gunungkidul
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Penyakit difteri belum pernah ditemukan di Gunungkidul. Meski demikian, warga diminta waspada
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Penyakit difteri mungkin masih awam bagi masyarakat, karena belum banyak kasus itu. Namun, penyakit ini mudah muncul apabila kedasaran untuk memberikan vaksin imunisasi kurang.
Ancaman akan bertambah nyata jika masyarakat kurang memperhatikan pola hidup bersih dan sehat.
Catatan Dinas Kesehatan Gunungkidul belum pernah menemukan warga yang terserang penyakit difteri. Namun pada 2005 lalu sempat ada seorang warga yang menjadi suspect difeteri. Hanya saja, setelah dilakukan cek laborat secara berkelanjutan hasilnya negatif.
“Meski belum ada kasusnya, masyarakat perlu waspada karena bisa muncul kapan saja,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan Gunungkidul Sumitro, Kamis (4/9/2016).
Dia menjelaskan, awal Februari lalu di beberapa daerah di Jawa Barat sempat menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap difteri. Bahkan serangan penyakit ini sempat menimbulkan korban jiwa. Menurut Sumitro munculnya wabah difteri tidak lepas dari tingkat kesadaran masyarakat untuk memberikan imunisasi.
Semakin tinggi kesadaran memberikan imunisasi, maka ancaman tersebut makin kecil. Namun jika kesadaran tersebut berkurang maka ancaman tersebut akan semakin besar.
“Presentase imunisasi di Gunungkidul di atas 90%, namun kami akan terus melakukan sosialisasi pentingnya imunisasi sehingga bisa terhidar dari wabah difteri,” ujarnya.
Diakui Sumitro untuk memberikan pemahaman akan pentingnya imunisasi tidaklah mudah. Pada 2014 lalu, upaya sosialiasi Dinkes sempat menadapat penolakan dari masyarakat. Penolakan itu tidak hanya di satu tempat saja, melainkan di beberapa desa yang ada di Kecamatan Wonosari dan Playen.
“Kami memang sempat ditolak, tapi setelah diberikan pengertian mereka sadar akan pentingnya pemberian vaksin. Namun dalam prosesnya tidak mudah, karena kami sempat menggelar pertemuan hingga empat kali,” ungkapnya.
Menurut dia, penolakan terjadi karena kurangnya pemahaman masyarakat tentang manfaat imunisasi. Kondisi itu makin menguat adanya pernyataan dari warga, jika tanpa memberikan imunisasi anak-anaknya tetap bisa tumbuh sehat.
“Pemahaman ini yang perlu diluruskan, karena imunisasi sangat penting. Anak mereka tidak sakit karena tingginya kesadaran memberikan imunisasi, sehingga kekebalan setiap warga akan membentuk kekebalan komulatif yang berdampak terhadap lingkungan sekitar yang tidak mudah terserang penyakit,” papar Sumitro.
Hal senada diungkapkan Sekretaris Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty. Menurut dia, wabah difteri belum pernah ditemukan hingga sekarang. Kondisi ini terjadi karena tingkat kesadaran warga untuk melakukan imunisasi sudah sangat baik.
Namun demikian, kata Dewi, upaya sosialisasi akan terus dilakukan agar warga jadi semakin sadar akan pentingnya imunisasi untuk kesehatan.“Kita rutin melakukan sosialisasi, baik melalui kader PKK atau anggota Posyandu,” ungkapnya.
Untuk diketahui, penyakit difteri adalah penyakit menular mematikan yang menyerang saluran pernafasan bagian atas (tonsil, faring dan hidung) dan kadang pada selaput lendir. Salah satu komplikasi dari penyakit ini bisa masuk ke peredaran darah dan ke otot jantung sehingga menyebabkan kelumpuhan otot jantung hingga kematian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Jadwal KA Bandara YIA Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Jogja dan Jogja-YIA lengkap di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 8 Oktober 2026 tersedia mulai pagi. Simak jadwal lengkap dari Stasiun Palur hingga Jogja/Tugu.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 8 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap dan tarif KRL Rp8.000.
Awal musim hujan di Bantul diprediksi mundur lebih dari 30 hari. DPRD Bantul menyiapkan posko dan antisipasi kekeringan.
Suzuki e SKY resmi diperkenalkan di Jepang dan dijual mulai 16 November 2026. Mobil listrik mungil ini punya jarak tempuh 310 km dan desainnya tercatat di DJKI.