Jaga Kualitas Ikan, Pabrik Es Dibangun di Pantai Baron Gunungkidul
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Ilustrasi Rancangan APBD (JIBI/Solopos/Dok.)
Kesehatan fiskal daerah di Gunungkidul menempati peringkat 291 di Indonesia
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL - Kabupaten Gunungkidul menduduki peringkat 291 dari 398 kabupaten-kota tentang Kesehatan Fiskal dan Pengelolaan keuangan daerah.
Hal ini tertuang dalam Keputusan Menteri Keuangan No.1363/KMK.07/2015 tentang Peringkat Kesehatan Fiskal dan Pengelolaan Keuangan Daerah untuk seluruh Provinsi, Kabupaten dan Kota Tahun 2015.
Dalam perangkingan itu, Gunungkidul memeroleh nila CC+ dengan predikat Cukup Tingkat I dan Opini Badan Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) 2014 dengan predikat Wajar Dengan Pengecualian (WDP).
Hal itu menyebabkan kabupaten terluas di DIY ini tidak bisa mengakses Dana Insentif Daerah (DID) dari Pemerintah Pusat yang besarannya antara Rp4-40 miliar.
Sekretaris Komisi B DPRD Gunungkidul Arif Wibawa mengakui pemkab sudah mulai menunjukkan perbaikan kinerja. Namun mesti harus lebih ditingkatkan lagi karena peringkatnya masih jauh dari harapan baik itu di tingkat regional DIY atau secara nasional.
“Kita masih terbawah di DIY, sedang untuk nasional masih peringkat 291 tentang Kesehatan Fiskal dan Pengelolaan keuangan daerah,” kata Arif kepada Harianjogja.com, Senin (25/4/2016).
Dia menjelaskan, masih banyak yang harus diperbaikai oleh pemkab. Dampak dari kinerja yang belum maksimal ini, Gunungkidul belum bisa mengakses DID dari pusat.
“Jumlahnya tidak main-main karena mulai dari Rp4-40 miliar. Semakin baik tata kelola pemerintahan yang dimiliki pemda maka insentifnya jadi tambah besar. Sayangnya itu tidak bisa kita akses karena masih WDP,” ujar Politikus PKS.
Menurut Ari, banyak target pemkab yang belum bisa dicapai. Oleh karenanya peningkatan Sumber Daya Manusia harus terus dilakukan. Namun yang tak kalah penting dalam upaya perbaikan kinerja bukan semata-mata untuk mendapatkan uang tapi juga demi ibadah.
“Saya yakin jika ini bisa dilakukan maka niat untuk memberikan yang terbaik dapat diwujudkan,” katanya.
Secara spesifik Arif mengakui tidak banyak tahu mengenai indikator penilaian yang dilakukan Kementerian Keuangan. Namun secara umum, hal tersebut berkaitan erat dengan kinerja maupun pengelolaan keuangan yang dimiliki pemkab.
Dia pun berharap agar Satuan Kerja Perangkat Daerah lebih serius dalam memerbaiki peringkat kesehatan fiskal dan pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, diharapkan lebih ketat lagi dalam melajukan tindak lanjut Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK, khususnya terkait masalah aset.
“Pendataannya memang belum bagus, tapi saya yakin kalau itu bisa dibenahi maka WTB bisa kita raih,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pantai Baron Gunungkidul mendapat program Kampung Nelayan Merah Putih sekitar Rp3 miliar. Salah satunya pembangunan pabrik es berkapasitas 1 ton per hari.
Jadwal SIM Sleman Oktober 2026 mencakup Satpas, MPP, SIM Keliling Malam, dan SIMMADE. Sabtu 10 Oktober tersedia di MPP Sleman.
Jadwal layanan SIM keliling di Kota Jogja hari ini Sabtu (9/10/2026) berlokasi di Alun-Alun Kidul malam hari.
Prakiraan cuaca Jogja 10 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu udara DIY berkisar 22–32°C dengan kelembapan mencapai 92%.
Pemerintah Pusat mengalokasikan Rp18,75 miliar untuk membangun lima Kampung Nelayan Merah Putih di Gunungkidul. Simak lokasi dan rincian anggarannya.
Cek jadwal KSPN Jogja Sabtu 10 Oktober 2026 ke Obelix Sea View dan Pantai Drini, lengkap dengan tarif dan jam keberangkatan.