Harga Tanah di Kelok 23 Gunungkidul Tembus Rp1 Juta per Meter
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Pembangunan Gunungkidul berupa pembangunan fisik melalui proses lelang akan diperbaiki sistemnya
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gunungkidul meminta mekanisme lelang di Pemerintah Kabupaten bisa lebih diperbaiki. Selama ini pemenang lelang, didominasi oleh penawar dengan taksiran harga terendah.
Disinyalir kuat karena kebijakan itu maka menimbulkan sejumlah masalah saat pengerjaan proyek berlangsung, mulai dari ada keterlambatan atau ada catatan pengerjaan saat dilakukan pemantauan.
Salah satu seruan diutarakan oleh Sekretaris Komisi C DPRD Gunungkidul Ery Agustin Sudiyati. Menurut dia, ada dua catatan terkait dengan proses lelang di Unit Layanan Pengadaan milik pemkab.
Catatan pertama menyangkut dengan pemenang lelang. Dari pengamatannya, pemenang didominasi oleh penawar dengan harga terendah. Padahal menurut dia, di beberapa daerah lain yang dikunjungi dewan seperti di Maros dan Kota Surabaya, penawar terendah bukan jaminan.
Sebab banyak lelang yang dimenangkan bukan oleh penawar terendah, tapi lebih melihat terhadap kualitas dalam pengerjaan dan harga yang ditawarkan masih dalam batas kewajaran.
“Faktanya memang seperti itu. Oleh karenanya, kami berharap agar prosesnya bisa diperbaiki. Saya yakin ini juga bisa dilakukan di sini [Pemkab Gunungkidu] sehingga kualitas pengerjaannya bisa lebih baik lagi,” kata Ery, di akhir pekan lalu.
Adapun masalah kedua berkaitan dengan ketepatan waktu, baik itu dalam proses lelang atau pun dalam pengajuan oleh SKPD. Masalah itu masih menjadi momok dan terus berulang, padahal ketepatan ini sangat dibutuhkan karena akan berimbas terhadap kualitas pengerjaan.
Dia menilai, semakin cepat proses memasukan data lelang hingga diketemukan pemenangnya maka peluang untuk mendapatkan hasil maksimal sangat terbuka. Namun jika prosesnya terlambat maka hasilnya juga akan berbanding lurus.
“Masalahnya ini masih sering terjadi. Padahal saat mepet akan banyak ruginya, mulai ancaman pengerjaan molor hingga kualitasnya tidak maksimal,” tuturnya.
Hal senada diungkapkan oleh Anggota DPRD Gunungkidul dari Fraksi PKS Ari Siswanto. Menurut dia, beberapa persoalan itu harus diperbaiki, sehingga hasilnya akan lebih maksimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Harga tanah di sekitar Kelok 23 Gunungkidul disebut sudah mencapai Rp1 juta per meter persegi setelah pembangunan JJLS. Investor mulai melirik kawasan ini.
Pertamina mengembangkan bahan bakar pesawat dari minyak jelantah melalui proyek biorefinery Cilacap yang ditargetkan beroperasi pada 2029.
PSS Sleman memburu tiga poin perdana saat menjamu PSM Makassar. Dominikus Dion mengungkap persiapan fisik, taktik, dan mental tim.
Eks Lurah Garongan Ngadiman menggugat Bupati Kulonprogo ke PTUN Yogyakarta terkait penonaktifan setelah ditetapkan sebagai tersangka pungli.
Pendidikan karakter melalui Komunikasi Hati diperkenalkan kepada siswa SMKN 1 Ngawen, Gunungkidul, untuk memperkuat integritas dan empati.
Sebanyak 34 PPPK Paruh Waktu Gunungkidul tidak mendapat kontrak baru. Pemkab menyebut sejumlah alasan, mulai dari pelanggaran disiplin hingga pensiun.