Gunungkidul Dapat Bantuan Benih Durian untuk Lahan 25 Hektare
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
Ilustrasi uang tunai rupiah. (Rahmatullah/JIBI/Bisnis)
Dana desa di Gunungkidul di lima desa belum dicairkan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Sedikitnya lima desa di Gunungkidul belum bisa mencairkan dana Alokasi Dana Desa (ADD) dari Pemerintah Kabupaten. Ada sejumlah penyebab dana ini belum bisa dicairkan mulai dari masalah internal di Pemerintaan Desa hingga masalah pembahasan ABDes yang belum selesai.
Lima desa yang belum mencairkan ADD di antaranya Desa Bandung, Ngawu (Kecamatan Playen); Karangtengah (Wonosari); Watusigar (Kecamatan Ngawen) dan Dadapayu (Kecamatan Semanu).
Kepala Bidang Pemerintahan Desa, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3AKBPMD) Gunungkidul M Farkhan mengakui hingga akhir April ini masih ada lima desa di Gunungkidul yang belum mencairkan ADD di tahap pertama.
Menurut dia, terlambatnya pencairan disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya belum disahkannya APBDes yang menjadi persyaratan dalam pencairan. Selain itu, masalah lainnya disebabkan karena masalah non teknis seperti meninggalnya kepala desa turut berpengaruh terhadap proses pencairan.
Dari hasil pendampingan yang dilakukan dinas, kata Farkhan, ada tiga desa yang bermasalah dengan APBDes, yakni Bandung, Karangtengah dan Watusigar. Sedang untuk Desa Ngawu, sambung dia, permasalahan lebih karena non teknis karena kepala desa meninggal dunia. Akibatnya hingga sekarang belum ada pejabat pengganti sehingga APBDes belum bisa ditetapkan.
“Hal tidak jauh beda terjadi di Dadapayu. Di desa ini belum karena permasalahan internal desa sehingga berdampak terhadap proses pencairan ADD,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (20/3/2017).
Dia menjelaskan, meski masih ada beberapa desa yang belum mencairkan ADD, namun secara keseluruhan pencairan berjalan lancar. Hal ini terlihat dari jumlah desa yang telah mencairkan dana tersebut, karena hingga sekarang mayoritas sudah mengambil dana itu.
“Sudah dalam progress yang baik. Sebab tahun lalu, hingga Mei masih ada yang belum mecairkan. Sedang di tahun ini hingga April tinggal lima desa yang belum mencairkan,” katanya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul menerima bantuan benih durian untuk lahan 25 hektare. Distribusi menyasar Ponjong hingga Panggang dan Tanjungsari.
Pieter Huistra mengaku telah menganalisis kekuatan dan kelemahan Borneo FC jelang laga PSS Sleman pada pekan ketujuh Super League.
BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat di utara DIY hingga 29 Oktober 2026. BPBD menyiapkan pemetaan wilayah rawan bencana.
Dinkop UKM DIY menggandeng tour leader untuk meningkatkan kunjungan Teras Malioboro Ketandan melalui insentif, event, dan wisata budaya Pecinan.
Eko Suwanto mendorong integrasi APBD se-DIY untuk menekan kemiskinan, mengatasi pengangguran, dan memperluas lapangan kerja.
Polres Kulonprogo menggelar Operasi Patuh Progo 2026 pada 26 Oktober–8 November untuk menekan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.