Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Dinas Perhubungan Gunungkidul menargetkan perbaikan lampu penerangan jalan raya selesai sebelum H-7 lebaran
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Perhubungan Gunungkidul menargetkan perbaikan lampu penerangan jalan raya selesai sebelum H-7 lebaran. Perbaikan fasilitas ini sebagai upaya memberikan kemudahan bagi pemudik yang ingin berlebaran di kampung halaman.
Kepala Seksi PJR, Dinas Perhubungan Gunungkidul Subandi mengungkapkan perbaikan sudah dilakukan sejak beberapa hari lalu. Adapun fokus titik yang dilakukan pembenahan, selain kawasan Kota Wonosari juga menyasar ke titik arus mudik utama di Gunungkidul.
“Kita terus lakukan upaya agar lampu PJR dapat berfungsi dengan maksimal,” kata Subandi kepada wartawan, Jumat (9/6/2017).
Menurut dia, beberaa titik yang diperbaiki di antaranya, sepanjang jalan Agus Salim, Wonosari; Taman Kota hingga jalur Jogja-Wonosari dari Bundaran Siyono, Logandeng sampai Putat. “Di titik-titik ini ada yang rusak sehingga harus dilakukan perbaikan,” katanya.
Bandi mengungkapkan, meski telah menyelesaikan di beberapa titik, namun upaya perbaikan akan terus dilakukan. Ditargetkan proses tersebut dapat diselesaikan tujuh hari sebelum lebaran. Menurut dia, target ini ditetapkan agar memberikan kemudahan bagi pemudik yang ingin merayakan hari raya di kampung halaman.
“Kita akan terus berupaya. Untuk perbaikan sendiri tidak hanya dilakukan pada jam kerja, karena prosesnya juga dilakukan saat malam hari,” ujarnya.
Lebih jauh dikatakan Bandi, perbaikan lampu PJR juga berfungsi mengurangi risiko kecelakaan di malam hari. Untuk itu, ia berharap warga ikut melakukan pengawasan dan melaporkan adanya lampu yang tidak berfungsi dengan optimal.
“Kita rutin melakukan pengecekan. Tapi kalau warga melihat ada lampu yang rusak silakan laporkan dan pastinya akan kami perbaiki,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pelaju Jogja-Wonosari, Maharsi Krisna Sanjaya mengakui masih banyak lampu penerang jalan yang harus dilengkapi. Pasalnya hingga saat ini masih banyak titik-titik yang masih gelap sehingga rawan kecelakaan. “Kalau perlu titik PJR ditambah lagi sehingga lokasi yang gelap dapat lebih terang saat malam hari,” katanya.
Menurut dia, upaya perbaikan jangan hanya dilakukan saat mendekati lebaran. Namun, upaya tersebut dilakukan secara rutin sehingga keberadaan PJR dapat terkontrol sehingga adanya kerusakan dapat segera diperbaiki.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Jumlah pedagang di 32 pasar rakyat Sleman turun 297 orang. Disperindag menyebut faktor usia, kesehatan, regenerasi, dan tekanan ekonomi.
Perlinsos Digital mempermudah warga pelosok Padang Pariaman mengakses bansos. Eli Suarni akhirnya menerima PKH setelah menunggu sejak 2018.
Kemenhub mendorong KAI mempercepat pengadaan 35 KRL baru dan dua retrofit agar seluruhnya dapat beroperasi pada 2027.
Kemnaker menyiapkan pelatihan vokasi bagi 50.000 pekerja terdampak PHK. Simak bidang pelatihan, fasilitas, syarat, dan cara pendaftarannya.
Ekonomi 2027 menghadapi tantangan daya beli, pembiayaan UMKM, kualitas kredit, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di DIY.