Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Kepala Polres Gunungkidul AKPB Muhammad Arif Sugiarto (pegang selang) saat memasukan bantuan air bersih ke dalam jeriken milik warga Dusun Ngricik, Desa Melikan, Rongkop, Senin (27/7/2017). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Jajaran Polres Gunungkidul memberikan bantuan air bersih kepada warga Desa Melikan, Kecamatan Rongkop
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Jajaran Polres Gunungkidul memberikan bantuan air bersih kepada warga Desa Melikan, Kecamatan Rongkop, Senin (31/7/2017). Bhakti sosial ini dilakukan sebagai rangkaian acara memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-65.
Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiarto mengatakan, untuk tahap awal bantuan diberikan sebanyak 25 tangki. Diharapkan bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih.
“Sudah mulai kita salurkan. Mudah-mudahan bantuan dapat memberikan manfaat,” katanya kepada wartawan, Senin.
Menurut dia, untuk bantuan air bersih tidak hanya dilakukan di Desa Melikan, namun juga dapat menyasar ke daerah lain. Hanya saja, untuk pelaksanaan masih harus menunggu proses pendataan yang dilakukan oleh polsek-polsek lain. “Kalau sudah ada datanya, kami siap memberikan bantuan,” ujarnya.
Dijelaskan Arif, pemberian bantuan air bersih kepada masyarakat merupakan salah satu rangkaian acara memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari ke-65.
“Kita tidak hanya menggelar acara di internal kepolisian, tapi juga melakukan di luar. Salah satunya dengan memberikan bantuan air bersih,” imbuhnya.
Salah seorang warga Dusun Ngricik, Desa Melikan, Tini,50, mengaku senang dengan bantuan yang diberikan kemarin. Menurut dia, bantuan tersebut bisa mengurangi biaya untuk mencukupi kebutuhan air bersih.
“Sejak puasa lalu, saya sudah beli tiga tangki dengan harga Rp120.000 per tangkinya. Dengan bantuan ini, maka saya dapat lebih menghemat,” katanya.
Tini menuturkan, kekeringan yang terjadi di wilayahnya sudah terjadi sejak empat bulan yang lalu. Namun kondisi semakin parah dalam dua bulan terakhir. “Untuk sekarang sudah banyak bantuan yang masuk ke daerah kami,” katanya.
Dia mengungkapkan, sebelum adanya bantuan yang masuk, untuk mendapatkan air melalui tampungan dari sebuah telaga. Namun kondisinya sekarang sudah mengering sehingga tidak dapat diandalkan lagi.
“Warga sempat menggali di sekitar Telaga Banteng untuk mendapatkan air, tapi sekarang sudah sulit sehingga harus membeli atau menunggu bantuan dari pemerintah maupun dari pihak swasta,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Polda DIY menyiapkan rekayasa lalu lintas situasional saat aksi pemuda dan mahasiswa pada 28 Oktober 2026. Jalan tetap dibuka jika arus normal.
Presiden Prabowo dijadwalkan bertemu Menlu Singapura Vivian Balakrishnan setelah kedua negara membahas penanganan karhutla.
GKR Mangkubumi mengajak warga menjaga Jogja tetap damai saat aksi 28 Oktober. Satpol PP DIY menegaskan tugas Jaga Warga menjaga lingkungan.
Pegadaian meraih The Finance Special Award 2026 kategori The Most Innovative Digital Transformation berkat inovasi layanan digital dan penguatan inklusi keuanga
Pakar PBB mendesak Meta menjamin kebebasan berekspresi selama pemilu Brasil di tengah laporan pembatasan konten politik.