Anggaran Pilur Serentak Gunungkidul 2027 Naik Jadi Rp4,6 Miliar, Ini Alasannya
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
Pasangan pedansa Gunungkidul yang akan berlaga pada PON 2016 september mendatang, Athaya Hanum Mahira (14) dan Hendi Hendarmawan (15) tampil dalam sebuah workshop dansa di Gedung Kesenian, Baleharjo, Wonosari, Minggu sore (7/8/2016). (Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja)
Komisi C DPRD Gunungkidul melihat masih adanya lahan milik Pemerintah Kabupaten dibiarkan tak terpakai
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Komisi C DPRD Gunungkidul melihat masih adanya lahan milik Pemerintah Kabupaten dibiarkan tak terpakai. Salah satunya terlihat pada lahan seluas enam hektare yang ada di sekitar Balai Latihan Kerja (BLK) di Desa Siraman, Wonosari.
Saat ini, keberadaan lahan tersebut dibiarkan tak terpakai. Padahal jika dilihat dari potensi lahan tersebut dapat difungsikan, salah satunya untuk arena olahraga terpadu.
Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul Purwanto, optimalisasi lahan kosong sangat dibutuhkan sehingga tidak ada kesan mangkrak. Untuk itu, ia berharap agar lahan-lahan tersebut bisa segera dimanfaatkan. “Yang saya tahu, salah satunya berada di area Desa Siraman. Adapun bidangnya sangat luas karena mencapai enam hektare,” katanya kepada wartawan, Jumat (4/8/2017).
Menurut dia, lokasi tersebut dapat difungsikan sebagai pusat kegiatan olahraga seperti tenis, basket, panjat tebing hingga voli pantai. Purwanto pun berpendapat bila rencana tersebut dapat diwujudkan dapat berdampak terhadap lingkungan sekitar. Salah satunya sebagai sarana pengembangan kewilayahan.
Hal senada diungkapkan oleh Anggota Komisi C dari Fraksi Handayani Anton Supriyadi. Menurut dia, lahan seluas enam hektare itu dapat digunakan sebagai relokasi area olahraga yang ada di belakang kantor Pemkab Gunungkidul.
“Nanti kalau sudah dipindah, lokasi tempat olahraga di belakang pemkab dapat digunakan untuk perluasan pembangunan taman kuliner,” katanya.
Menurut dia, pengembangan area taman kuliner dapat dilakukan. Hal itu tidak lepas dari perkembangan dari tempat kuliner itu yang mengalami perkembangan dengan pesat.
“Saya kira kalau itu dapat dimanfaatkan malah bisa jadi hal yang menguntungkan. Di satu sisi, area taman kuliner bisa lebih berkembang, sedang di sisi lainnya tidak ada kesan lahan milik pemkab dibiarkan kosong,” ujar Politis Nasdem ini.
Kepala Bidang Aset, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Gunungkidul Prihatin Eka Widada mengatakan bahwa lahan yang ada di depan BLK tidak mangkrak karena dilokasi tersebut ada kantor untuk bidang pertanian. Namun demikian, lanjut dia, keberadan kantor tersebut hanya menggunakan sebagian dari area lahan. “Tidak mangkrak. Hanya memang masih ada sisa lahan yang tak terpakai karena bangunan tidak memakai seluruh bidang tanah yang ada,” kata Eka.
Disinggung mengenai alih fungsi lahan, Eka mengaku sangat mungkin dilakukan. Namun dalam prosesnya harus melalui kajian yang matang. “Saya kira di lokasi itu [lahan di depan BLK] bisa saja dijadikan untuk pusat olahraga, tapi sebelumnya harus ada kajian untuk alih fungsi lahan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul 2027 direncanakan di 55 kalurahan dengan kebutuhan anggaran Rp4,6 miliar, naik dari Rp2,6 miliar pada 2025.
PSS Sleman kalah 1-2 dari Borneo FC di Maguwoharjo. Pieter Huistra memahami kekecewaan suporter dan menilai kartu merah mengubah jalannya laga.
DPRD Kota Jogja mematangkan Raperda P4GN dengan fokus pada rehabilitasi, pengawasan obat berbahaya, dan penguatan koordinasi antarinstansi.
Polda Jatim memeriksa abu, tulang, dan mesin pencacah dalam penyidikan kasus pembunuhan Dini Hardiyanti dan anaknya di Madiun.
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto meminta polisi mengedepankan pendekatan humanis saat mengawal demo 28 Oktober 2026.
KAI Daop 6 mengimbau penumpang tiba lebih awal pada 28 Oktober 2026 untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas akibat aksi mahasiswa.