Kalurahan Plembutan Gunungkidul Kembangkan Mitigasi Banjir, Dilirik ASEAN
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Perbaikan jalan di kawasan Hutan Sodong, Desa Karangasem, Paliyan dikeluhkan oleh warga
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Perbaikan jalan di kawasan Hutan Sodong, Desa Karangasem, Paliyan dikeluhkan oleh warga. Keluhan dari warga muncul karena proses perbaikan yang dirasa lamban dan belum ada kemajuan.
Sedikitnya di kawasan tersebut ada tiga titik lajur yang diperbaiki. Untuk prosesnya, lajur yang diperbaiki sudah mulai dikeruk aspalnya. Namun permasalahan muncul, pasca pengerukan, upaya perbaikan berhenti dan belum ada tindaklanjutnya hingga sekarang.
Salah seorang warga Dusun Namberan, Karangasem, Paliyan, Sunardi mengatakan, proses pengerukan terhadap lajur aspal yang rusak sudah dilaksanakan sejak satu minggu yang lalu. Namun setelah proses tersebut dilaksanakan, upaya kelanjutan belum juga dijalankan.
“Setelah dikeruk, pengerjaan berhenti hingga sekarang [kemarin],” kata Sunardi kepada Harianjogja.com, Minggu (1/10/2017).
Dia pun hanya bisa berharap agar proses kelanjutan dari perbaikan jalan segera dilaksanakan. Pasalnya, sambung Sunardi, jika terus dibiarkan dapat membahayakan pengguna jalan, terlebih lagi saat libur akhir pekan di sekitar lokasi terjadi peningkatan arus kendaraan, khususnya bus pariwisata.
“Pengguna jalan harus mengantri karena lokasi yang akan diperbaiki baru separuh. Jadi kalau ingin lewat harus saling bergantian,” ungkapnya.
Hal senada diungkapkan oleh Suharno, warga Karangduwet, Kecamatan Paliyan yang kebetulan lewat di sekitar lokasi. Menurut dia, upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan apresiasi, namun harapannya proses tersebut segera dirampungkan sehingga tidak mengganggu laju kendaraan yang melintas. “Kalau masih proses seperti ini, jelas menghambat karena arus di sekitar lokasi akan terganggu,” katanya.
Diungkapkan Suharno, permasalahan lain di sekitar lokasi perbaikan karena tidak adanya petugas yang berjaga dan mengatur arus lalulintas. “Penjaga ini penting, salah satunya mengurangi risiko kecelakaan. Tapi di sekitar lokasi tidak ada orang yang melakukan pengaturan,” ungkap dia.
Anggota DPRD Gunungkidul Ery Agustin Sudiyati membenarkan adanya keluhan warga yang berkaitan dengan rencana perbaikan jalan di ruas Hutan Sodong. Menurut dia, sudah banyak warga yang melaporkan tentang keluhan tersebut.
“Ini memang bukan kewenangan dari pemkab, karena jalur itu merupakan milik provinsi. Tapi ada baiknya jika prosesnya lebih dipercepat sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat,” katanya.
Ery mengungkapkan, keluhan yang disuarakan warga mengenai jeda waktu antara pengerukan aspal dengan perbaikan terlalu lama. “Sudah satu minggu dikeruk, tapi hingga sekarang belum juga diperbaiki. Jelas ini sangat membahayakan, jadi kami berharap agar prosesnya segera diselesaikan dan jangan dibiarkan begitu saja,” kata Politisi Golkar ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kalurahan Plembutan, Gunungkidul, mengembangkan mitigasi banjir berbasis peringatan dini setelah banjir 2017 dan 2025. Program ini menarik perhatian ASEAN.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 12 perjalanan dari Palur. Simak jam keberangkatan di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.