Serangan Monyet Bikin Resah Petani Tanjungsari Gunungkidul
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Logo Gunungkidul
"Padahal untuk pembangunan saat ini belum sampai tahap final karena baru selesai sebagian"
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pembangunan gedung Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul bakal molor. Ini lantaran dalam Rancangan Peraturan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 tidak mencantumkan alokasi anggaran untuk kelanjutan pembangunan proyek multiyears tersebut.
Ketua Fraksi PKS Gunungkidul Imam Taufiq mengakui jika fraksinya menyoroti masalah kelanjutan pembangunan gedung Disdikpora. Sebagai proyek jangka panjang dengan waktu pengerjaan lebih dari satu tahun, harusnya ada kelanjutan dalam pembangunan. Namun, faktanya, dalam pembahasan RAPBD 2018, Pemkab Gunungkidul tidak mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan pembangunan.
“Jadi kalau tidak ada anggaran otomatis tahun depan proyeknya akan berhenti. Padahal untuk pembangunan saat ini belum sampai tahap final karena baru selesai sebagian,” kata Imam kepada Harian Jogja, Kamis (16/11/2017).
Ia mengatakan, ketiadaan anggaran tidak hanya berdampak pada kelanjutan pembangunan. Namun, hal itu juga memberikan dampak terhadap proses pelayanan di Disdikpora yang tak bisa berjalan dengan normal. “Ya kalau tahun depan tidak ada kelanjutan pembangunan, kemungkinan pengoperasian gedung baru akan terlaksana di 2020. Ini jelas mengganggu karena saat ada proses pembangunan sudah numpang di tempat lain,” ujarnya.
Adanya permasahan ini, Imam mengaku sudah memberikan catatan kepada Pemkab Gunungkidul agar pembangunan tersebut dapat dilaksanakan di tahun depan. “Intinya harus diselesaikan dulu. Jangan sampai baru selesai sebagian, tapi programnya dihentikan karena akan menimbulkan kesan mangkrak,” tutur mantan Ketua DPD PKS Gunungkidul ini.
Terpisah, Kepala Disdikpora Gunungkidul Bahron Rasyid tidak menampik pendapat dari Fraksi PKS yang menyatakan Pemkab Gunungkidul belum mengalokasikan anggaran untuk kelanjutan pembangunan gedung Disdikpora di tahun depan. Namun, Tim Anggaran Pemerintah Daerah masih melakukan pembahasan agar program tersebut dapat dilanjutkan di tahun depan.
“Masih dibahas, toh APBD 2018 juga belum disahkan sehingga masih mungkin adanya perubahan dalam komposisi anggaran,” kata Bahron.
Ia menjelaskan, untuk tahun ini Pemkab Gunungkidul mengalokasikan anggaran Rp2,6 miliar dalam rangka pembangunan gedung Disdikpora. Hanya saja, jumlah tersebut belum dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan karena prosesnya baru sekitar 30%. Guna menyelesaikan pembangunan tersebut, Disdikpora masih membutuhkan tambahan anggaran sebesar Rp8 miliar.
"Memang tahun ini belum bisa selesai karena targetnya memang pembangunannya dilakukan lebih dalam satu tahun anggaran,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Kelor, Kemadang, Tanjungsari mengeluhkan serangan monyet ekor panjang yang merusak area pertanian yang dimiliki karena bisa gagal panen.
Rio de Janeiro terpilih jadi tuan rumah peluncuran MotoGP 2027 di Pantai Botafogo, 21 Februari. Seluruh tim dan pembalap hadir, sambut era mesin 850cc.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta