Tunggakan PBB Gunungkidul Capai Rp26 Miliar, DPRD Soroti Penagihan
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
Salah satu potensi Gunungkidul yang belum tergarap adalah budi daya ikan kerapu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Potensi kelautan dan perikanan di Gunungkidul melimpah ruah. Namun, potensi ini belum tergarap dengan baik sehingga hasilnya belum begitu dirasakan oleh nelayan.
Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, salah satu potensi yang belum tergarap ini adalah budi daya ikan kerapu. Menurut dia, kondisi laut di Gunungkidul sangat cocok untuk budi daya karena air jernih dan memiliki kandungan garam beryodium tinggi. “Dua faktor ini bisa menjadi kunci dalam pembudidayaan,” kata Badingah, Sabtu (10/3/2018).
Keyakinan untuk budi daya ini tidak lepas dari budi daya ikan kerapu yang dilakukan oleh salah satu pengusaha di Jalan Kaliurang, Sleman. Menurut dia, budi daya itu berhasil, meski lokasi yang digunakan berada di daratan.
“Masak kita yann punya pantai tidak bisa. Jadi harus dicoba, apalagi Ikan kerapu yang dihasilkan di sana [budi daya di Sleman] banyak dipasok ke hotel-hotel berbintang di DIY,” ungkapnya.
Badingah menuturkan, keberhasilan budi daya kerapu di Sleman tidak lepas dari pasokan garam dari Gunungkidul. Oleh karena itu, ia pun mendorong agar para nelayan mau membudidayakan kerapu karena dari sisi lokasi sudah tersedia sehingga biaya pemeliharaan yang dibutuhkan tidak besar. Selain itu, budi daya ikan kerapu memiliki nilai ekonomis yang tinggi sehingga dapat memberikan penghasilan yang lebih kepada masyarakat.
“Kalau budi dayanya seperti di Sleman, pasti butuh biaya yang besar karena lokasi pemeliharaan harus dibuat seperti di laut sehingga membutuhkan dana yang tidak sedikit. Kalau pemeliharaannya di pesisir [lokasi dekat di laut], maka biaya yang dikeluarkan dapat ditekan,” katanya lagi.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Gunungkidul Khairudin sependapat dengan usulan dari bupati. Namun, untuk budi daya harus melalui perencanaan sehingga pelaksanaannya sesuai dengan aturan yang berlaku. “Ide itu [budi daya kerapu] sangat baik, tapi sebelum dilaksanakan harus dibuat kajian dan perencanaan yang matang terlebih dahulu sehingga konsep budi daya ada gambaran yang jelas,” katanya.
Menurut dia, untuk lokasi budi daya tidak ada masalah karena bentangan pantai di Gunungkidul sangat luas sehingga dapat dimanfaatkan. “Mudah-mudahan ini bisa direalisasikan sehingga dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tunggakan PBB-P2 Gunungkidul mencapai Rp26 miliar. DPRD meminta Pemkab mengoptimalkan penagihan untuk memperkuat PAD.
Jadwal Prameks Jogja-Kutoarjo Jumat 21 Agustus 2026 tersedia lima perjalanan dari masing-masing stasiun. Cek jam keberangkatannya.
Jadwal KRL Palur-Jogja Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Palur hingga Stasiun Jogja, termasuk waktu di setiap stasiun.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 21 Agustus 2026 lengkap dari Jogja hingga Palur, termasuk waktu keberangkatan di tiap stasiun.
MW Passato karya modifikator Indonesia akan tampil di SEMA Show 2026, Las Vegas, membawa karya aftermarket Tanah Air ke panggung global.
Hyundai Tucson 2027 resmi diperkenalkan dengan desain Art of Steel, dimensi lebih besar, kabin Pleos, dan varian XRT.