Pilur Gunungkidul Diramaikan Wartawan dan MC yang Maju Jadi Lurah
Pilur Gunungkidul 2026 diramaikan bakal calon lurah dari berbagai profesi, mulai wartawan hingga MC, di tengah dominasi petahana.
Bupati Bantul Suharsono saat menunjukan merek Beras Asli Bantul di kawasan Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo, Rabu (2/5/2018). /Harian Jogja- David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL – Asosiasi gabungan kelompok tani (gapoktan) Bantul menargetkan produksi merek Beras Asli Bantul sebanyak 25 ton per bulan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Gapoktan Bantul Sumarjana saat menghadiri peluncuran merek Beras Asli Bantul di kawasan kebun buah Mangunan, Rabu (2/5/2018).
“Untuk saat ini memang produksinya masih kecil karena baru saja dilaunching oleh bupati,” kata Sumarjana kepada wartawan.
Menurut dia, target produksi 25 ton per bulan bukan hal yang sulit. Dari sisi bahan baku, Sumarjana mengaku tidak kesulitan karena gabah kering di wilayah Projo Tamansari sangat melimpah sehingga pasokan tidak ada hambatan. “Kami yakin target produksi ini dapat tercapai,” katanya.
Dijelaskannya pembuatan merek beras asli Bantul merupakan salah satu upaya dari pemkab untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, kata Sumarjana, produksi padi banyak dijual ke daerah luar seperti Klaten, Kota Jogja hingga beberapa daerah lainnya di wilayah DIY.
Namun demikian, sambung dia, penjualan ini tidak memberikan banyak keuntungan karena komoditas yang dijual masih berupa gabah.
“Sebagai contoh beras dengan merek Delanggu, pasokan gabah banyak didatangkan dari Bantul kemudian dipasarkan ke Bantul lagi. Kalau seperti ini, petani tidak mendapatkan banyak untung, oleh karenanya dicoba membuat beras dengan merek tersendiri,” katanya.
Ditambahkan Sumarjana, untuk merk beras asli Bantul dijual dalam dua jenis. Yakni kelas premium dengan beras jenis mentik wangi dipasarkan RP12.800 dan beras kualitas medium yang berasal dari jenis IR64, mikonga, ciherang dan lain sebagainya yang sejenis dijual Rp10.000 per kilogram.
“Harapan kami pemkab terus membantu untuk pemasaran. Untuk langkah awal, kami akan mengenalkan produk-produk ini ke PNS di lingkup pemkab,” katanya.
Untuk produksi Beras Asli Bantul dibagi dua lokasi, yakni wilayah Bantul Timur dan Barat. Diharapkan seluruh gapoktan yang berjumlah 75 unit ini bisa berpartisipasi untuk memasok bahan baku produksi merk beras tersebut. “Standarisasi mutu tetap kita pegang sehingga beras yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” katanya.
Bupati Bantul Suharsono menyambut baik dengan peluncuran beras asli Bantul. Dia pun berharap agar produksi ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saya harap hasil produksi di Bantul bisa dinikmati warga sehingga tidak perlu ekspor dari luar karena kebutuhan bisa dicukupi sendiri. Yang tak kalah penting, dengan produksi sendiri juga dapat membantu petani dalam upaya mendapatkan kesejahteraan yang layak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur Gunungkidul 2026 diramaikan bakal calon lurah dari berbagai profesi, mulai wartawan hingga MC, di tengah dominasi petahana.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.
Ekonom menilai penunjukan Destry Damayanti sebagai Pjs. Gubernur BI mampu menjaga kepercayaan pasar selama masa transisi kepemimpinan.
BPBD Sleman mengirim empat tangki air bersih untuk 63 KK di Moyudan yang terdampak gangguan pasokan air selama musim kemarau.
Polda Metro Jaya menetapkan tujuh tersangka dalam bentrokan di Menteng yang menewaskan satu orang dan melukai satu korban lainnya.
Profesi teknisi pelayanan darah masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal, tenaga inilah yang bertanggung jawab memastikan setiap kantong darah aman