Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Bupati Bantul Suharsono saat menunjukan merek Beras Asli Bantul di kawasan Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo, Rabu (2/5/2018). /Harian Jogja- David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL – Asosiasi gabungan kelompok tani (gapoktan) Bantul menargetkan produksi merek Beras Asli Bantul sebanyak 25 ton per bulan. Hal ini disampaikan oleh Ketua Asosiasi Gapoktan Bantul Sumarjana saat menghadiri peluncuran merek Beras Asli Bantul di kawasan kebun buah Mangunan, Rabu (2/5/2018).
“Untuk saat ini memang produksinya masih kecil karena baru saja dilaunching oleh bupati,” kata Sumarjana kepada wartawan.
Menurut dia, target produksi 25 ton per bulan bukan hal yang sulit. Dari sisi bahan baku, Sumarjana mengaku tidak kesulitan karena gabah kering di wilayah Projo Tamansari sangat melimpah sehingga pasokan tidak ada hambatan. “Kami yakin target produksi ini dapat tercapai,” katanya.
Dijelaskannya pembuatan merek beras asli Bantul merupakan salah satu upaya dari pemkab untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Selama ini, kata Sumarjana, produksi padi banyak dijual ke daerah luar seperti Klaten, Kota Jogja hingga beberapa daerah lainnya di wilayah DIY.
Namun demikian, sambung dia, penjualan ini tidak memberikan banyak keuntungan karena komoditas yang dijual masih berupa gabah.
“Sebagai contoh beras dengan merek Delanggu, pasokan gabah banyak didatangkan dari Bantul kemudian dipasarkan ke Bantul lagi. Kalau seperti ini, petani tidak mendapatkan banyak untung, oleh karenanya dicoba membuat beras dengan merek tersendiri,” katanya.
Ditambahkan Sumarjana, untuk merk beras asli Bantul dijual dalam dua jenis. Yakni kelas premium dengan beras jenis mentik wangi dipasarkan RP12.800 dan beras kualitas medium yang berasal dari jenis IR64, mikonga, ciherang dan lain sebagainya yang sejenis dijual Rp10.000 per kilogram.
“Harapan kami pemkab terus membantu untuk pemasaran. Untuk langkah awal, kami akan mengenalkan produk-produk ini ke PNS di lingkup pemkab,” katanya.
Untuk produksi Beras Asli Bantul dibagi dua lokasi, yakni wilayah Bantul Timur dan Barat. Diharapkan seluruh gapoktan yang berjumlah 75 unit ini bisa berpartisipasi untuk memasok bahan baku produksi merk beras tersebut. “Standarisasi mutu tetap kita pegang sehingga beras yang dihasilkan benar-benar berkualitas,” katanya.
Bupati Bantul Suharsono menyambut baik dengan peluncuran beras asli Bantul. Dia pun berharap agar produksi ini dapat meningkatkan kesejahteraan petani.
“Saya harap hasil produksi di Bantul bisa dinikmati warga sehingga tidak perlu ekspor dari luar karena kebutuhan bisa dicukupi sendiri. Yang tak kalah penting, dengan produksi sendiri juga dapat membantu petani dalam upaya mendapatkan kesejahteraan yang layak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Apple dikabarkan akan mengubah Siri menjadi AI percakapan setara ChatGPT dan Gemini melalui pembaruan iOS 27 pada akhir 2026.
Libur panjang Mei 2026 membawa 35 ribu wisatawan ke Bantul dengan PAD wisata mencapai Rp506 juta, didominasi Pantai Parangtritis.
Tiket konser The Weeknd di Jakarta pada September 2026 resmi sold out dalam kurang dari tiga jam usai diserbu puluhan ribu penggemar.
Seorang balita peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) datang dalam kondisi darurat pada tengah malam dan langsung mendapatkan penanganan cepat
KPAI menerima 426 kasus anak sepanjang Januari-April 2026 dengan dominasi kekerasan fisik, psikis, dan kejahatan seksual.