Tenang, Kuota Gas Melon di Bantul Ditambah 2%

David Kurniawan
David Kurniawan Minggu, 20 Mei 2018 03:17 WIB
Tenang, Kuota Gas Melon di Bantul Ditambah 2%

Ilustrasi elpiji 3 Kg. /SOLOPOS- Sunaryo Haryo Bayu

Harianjogja.com, BANTUL-Dinas Perdagangan Bantul memastikan adanya tambahan kuota gas elpiji kemasan tiga kilogram sebanyak 2% dari kuota di tahun lalu. Diharapkan dengan tambahan ini maka kelangkaan di pasaran bisa dicegah.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi mengatakan, pemkab terus berupaya mengatasi kelangkaan gas elpiji kemasan tiga kilogram atau dikenal istilah gas melon di pasaran. Salah satu upaya yang dilakukan dengan melakukan permintaan tambahan kuota ke Pertamina.

Dia menjelaskan, tambahan kuota ini penting dengan harapan bisa mencukupi kebutuhan gas di masyarakat sehingga tidak ada lagi kelangkaan di pasaran. “Usuluan kita disetujui sehingga ada tambahan kuota,” kata Subiyanta, kemarin.

Meski demikian, tambahan yang diberikan tidak sesuai dengan pengajuan. Pasalnya, dari permintaan tambahan kuota 10%, hanya diberikan sebanyak 2%.

Subiyanta menuturkan dengan tambahan 2%, maka jatah gas melon di tahun ini sebanyak 9,12 juta tabung. “Kalau tahun lalu kuotanya hanya 9 juta tabung saja,” ungkapnya.

Menurut dia, dengan tambahan ini diharapkan tidak ada kelangkaan sehingga harga gas elpiji tetap stabil. Untuk mengurangi praktik penyimpangan, Subiyanta pun berharap kepada keluarga mampu atau pemilik rumah makan besar tidak menggunakan gas bersubsidi sehingga bantuan dapat tepat sasaran.

“Gas melon ini untuk keluarga kurang mampu. Jadi, kami berharap masyarakat bisa sadar, sebab dengan penyalahgunaan pemakaian bisa menimbulkan gejolak di pasaran,” ungkapnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Kusnul Isti Qomah
Kusnul Isti Qomah Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online