Sikap Warga Kelurahan Bener Ini Benar-Benar Patut Dicontoh

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Rabu, 26 September 2018 16:20 WIB
Sikap Warga Kelurahan Bener Ini Benar-Benar Patut Dicontoh

(Ilustrasi jalan kampung-JIBI/Solopos/M. Ferri Setiawan)

Harianjogja.com, JOGJA—Warga Kelurahan Bener, Kecamatan Tegalrejo, banyak yang merelakan tanahnya untuk pelebaran jalan permukiman.
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengakui jika proses pembangunan dan penataan suatu kawasan perlu mendapat dukungan dari masyarakat.

Jika dukungan masyarakat kuat, pemerintah juga akan melakukan hal yang sama. Dia mencontohkan penataan kawasan yang digagas masyarakat di wilayah Bener. "Tanah-tanah warga secara sukarela digunakan untuk pelebaran jalan permukiman. Kalau ditotal nilainya sebesar Rp7 miliar, warga tidak minta ganti rugi," katanya di saat meresmikan hasil padat karya berupa cor blok jalan permukiman Kelurahan Bener, Rabu (26/9/2018).

Heroe menilai, masyarakat Bener bisa memikirkan dampak positif dari pembangunan dan penataan tersebut. Mereka juga mengutamakan kepentingan yang lebih luas dan menatap masa depan. Aktivitas ekonomi warga di Kelurahan Bener saat ini mulai menggeliat. "Sekarang akses jalan semakin lebar, unit-unit usaha tumbuh. Ke depan Kelurahan Bener bisa menjadi daerah berkembang," katanya.

Rencananya, kawasan Bener juga akan dijadikan sebagai daerah tangkapan air. Pekan lalu, Pemkot sudah mencanangkan gerakan biopori jumbo untuk menampung air hujan.

Selain itu, ada pula rencana Pemkot untuk membangun embung di wilayah tersebut. Seluruh proses pembangunan dari awal hingga akhir melibatkan warga. Selain di Bener, padat karya tahun ini juga menyasar dua wilayah lain yakni Giwangan dan Pandeyan. "Perkembangan daerah ini cukup pesat sehingga harus didukung dengan infrastruktur yang memadai. Makanya, kami jadikan Bener menjadi salah satu sasaran program padat karya," ucap Heroe.

Ketua RW 07 Kelurahan Bener Bambang Supriyanto mengaku proses pembangunan dan penataan di wilayah tersebut mengacu pada masterplan di masing-masing RW.

Masyarakat sudah menyepakati untuk merelakan sebagian tanahnya demi pelebaran jalan. "Kami juga akan melebarkan jalan untuk jalan tembus hingga Jalan Godean. Lebarnya sekitar enam meter. Kalau jadi akses utama, maka harga tanah di sini dipastikan melonjak," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Arief Junianto
Arief Junianto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online