Satu Bakal Calon Lurah Absen Tes Tambahan di Gunungkidul
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Ilustrasi internet/Bisnis.com
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Pemkab Gunungkidul sudah mengembangkan sistem informasi desa (SID) sejak 2013 lalu. Meski demikian, hingga saat ini keberadaan situs web milik desa belum optimal.
Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengatakan, seluruh desa di Gunungkidul sudah memiliki SID yang tersaji dalam web desa. Meski demikian, dia mengakui belum semua desa aktif melakukan pengelolaan. Ini lantaran, dari 144 desa, yang terpantau sangat aktif baru 25%, aktif 40%. Sedang sisanya yang 35%, keberadaannya masih kurang aktif atau masih butuh peningkatan.
“Secara umum memang masih butuh peningkatan agar SID dapat berfungsi dengan maksimal,” kata Immawan di akhir pekan lalu.
Dia menjelaskan, adanya beberapa kendala yang membuat SID masih belum optimal. Selain masalah kondisi jaringan di beberapa titik, faktor sumber daya manusia juga ikut berpengaruh. Oleh karenanya di dalam pemanfaatan terus diberikan pendampingan sehingga fungsi SID dapat optimal.
“Harus terus diberikan motivasi dan pendampingan secara berkelanjutan,” katanya.
Immawan menuturkan, keaktivan dalam mengelola SID dapat terlihat dalam isi yang ditampilkan dalam web yang dimiliki desa. Menurut dia, pembaharuan informasi menjadi salah satu tolok ukur dalam pengelolaan.
“Kalau informasinya terus diperbarui maka desa tersebut aktif. Desa-desa yang aktif mengelola bisa dilihat di Sawahan, Kecamatan Ponjong atau di Desa Karangmojo, Karangmojo,” ungkapnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Gunungkidul Drajad Ruswandono. Menurut dia, keberadaan SID di desa masih butuh ditingkatkan karena hal tersebut sebagai bentuk dukungan kepada pemkab untuk melaksanakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik.
Drajad mengungkapkan, keberadaan SID sangat penting. Selain untuk menampilkan potensi yang dimiliki desa, laman tersebut juga berfungsi sebagai penyaji data seperti tentang jumlah penduduk hingga keberadaan jumlah warga miskin di wilayah setempat.
“Harapannya dengan SID data yang disajikan benar-benar valid karena prosesnya melibatkan masyarakat yang tahu bagaimana kondisi di lapangan,” katanya.
Dia menjelaskan, pemkab saat ini terus mendorong agar desa terus melakukan perbaikan terhadap isi data dalam SID sehingga masyarakat bisa tahu perkembangan yang ada di desa. “Ini sangat penting karena apa yang disajikan sudah terkoneksi dengan web milik kecamatan maupun kabupaten. Untuk meningkatkan dalam proses pengelolaan, pemkab sudah menyiapkan lomba SID sehingga bisa memberikan motivasi agar desa terus melakukan update informasi di laman yang dimiliki,” ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Satu bakal calon lurah dari Monggol absen dalam tes tambahan di Gunungkidul. Seleksi diikuti 15 peserta dari Monggol dan Sampang.
Surat suara Pilur Gunungkidul mulai masuk tahap pencetakan setelah 91 calon lurah ditetapkan di 31 kalurahan dengan 120.887 pemilih.
Jack Miller resmi meninggalkan MotoGP dan bergabung dengan Yamaha di WorldSBK 2027 dengan kontrak dua musim.
Astra Half Marathon kembali digelar pada 2026 dengan membawa semangat “Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia” dalam perjalanan menuju 70 tahun Astra.
iPhone 18 Pro hadir dengan chip A20 Pro. Simak 3 pesaing Android: Samsung S26 Ultra, Pixel 11 Pro XL, dan Xiaomi 17 Ultra dengan kamera Leica
Kasus kekerasan terhadap perempuan di Sleman mencapai 185 korban hingga Agustus 2026. KDRT mendominasi dengan 114 kasus.