Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Rubiyem, 50, tengah membersihkan ulat bulu yang menyerbu rumahnya di Dusun Gowangsan, Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo, Senin (17/12/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara
Harianjogja.com, KULONPROGO- Warga Dusun Gowangsan, Desa Srikayangan, Kecamatan Sentolo tengah diresahkan dengan serbuan ulat bulu yang menghinggapi rumah-rumah warga. Meski tidak menimbulkan kerugian, keberadaan ulat tersebut diakui warga mengganggu aktivitas.
"Tidak menimbulkan apa-apa sih mas, gatal juga tidak, tapi karena jumlahnya yang banyak itu membuat aktivitas kami terganggu, saya juga jadi tidak berselera makan karena jijik," ucap Salah satu warga Dusun Gowangsan, Rubiyem, 50, saat ditemui awak media, Senin (17/12/2018).
Rubiyem mengatakan ratusan hingga ribuan ulat bulu yang oleh warga setempat disebut ulat jati ini mulai menghinggapi rumahnya sejak dua hari belakangan. Ratusan ulat berwarna hitam dengan panjang sekitar 5 cm itu menempel di dinding dan atap rumah. Adapun kedatangan ulat ini berasal dari hutan jati yang letaknya tidak jauh dari permukiman warga.
Sejumlah upaya telah dilakukan untuk menyingkirkan ulat tersebut, mulai dari membersihkan menggunakan sapu hingga menyemprotkan cairan pembunuh serangga. Namun, ulat tetap ada. Jumlahnya juga terus bertambah.
"Bahkan ada yang sampai masuk rumah, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak," kata Rubiyem.
Perempuan paruh baya ini mengungkapkan keberadaan ulat ini sebenarnya merupakan siklus tahunan saat musim penghujan datang. Namun diakuinya, untuk tahun ini jumlahnya jauh lebih banyak. Selain itu jika tahun lalu hanya ditemui di jalanan desa, untuk tahun ini ulat tersebut menyerang rumah-rumah warga.
"Rumah warga lain juga kena, tapi tidak sebanyak rumah kami," kata Rubiyem.
Sementara itu anak Rubiyem, Feri Susanti, 30, mengatakan akibat adanya ulat jati ini, untuk sementara waktu dia beserta keluarga mengungsi ke rumah kerabat. Diperkirakan ulat jati ini akan terus ada hingga seminggu ke depan.
"Saya ke rumah suami, nanti kalau sudah berkurang akan pulang lagi, tapi kalau bapak sama ibu sementara tetap tinggal di rumah, kemungkinan nanti juga mau mengungsi," ujarnya.
Feri mengatakan untuk saat ini dia beserta warga belum akan melaporkan serbuan ulat bulu tersebut kepada pemerintah desa maupun pihak terkait. Dia beralasan, karena keberadaan ulat ini merupakan hal yang lumrah terjadi saat musim hujan tiba.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Pelatih PSIM Yogyakarta Jean-Paul van Gastel menargetkan kemenangan saat menghadapi Madura United di Stadion Sultan Agung Bantul.
Toyota mencatat permintaan Veloz Hybrid menembus 10 ribu unit di tengah kenaikan harga BBM dan meningkatnya minat mobil hemat bahan bakar.
Dua wisatawan asal Karawang ditemukan meninggal tertimbun longsor di jalur menuju Curug Cileat, Subang, Jawa Barat.
Manchester City menjuarai Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 lewat gol Antoine Semenyo di Stadion Wembley.
Kunjungan wisatawan di Malioboro Jogja meningkat selama long weekend Kenaikan Isa Almasih, terutama pada sore hingga malam hari.