Besok Pilihan Lurah Serentak Digelar di 31 Kalurahan Gunungkidul, Ini Daftarnya
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
musuh alami tikus sehingga diharapkan bisa membantu dalam upaya mengurang serangan hama tikus. Foto diambil beberapa waktu lalu. /Foto Istimewa POPT Kabupaten Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman mencatat di 2024 ada sekitar 235 hektare lahan padi yang terserang hama tikus. Akibat serangan ini terdapat 28 hektare sawah yang mengalami puso atau kegagalan panen.
Koordinator Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PPOPT) Sleman, Hermanto mengatakan, serangan hama tikus merupakan salah satu ancaman yang harus diwaspadai oleh para petani di musim tanam pertama ini. Pasalnya, ia mencatat mulai dari Mei hingga pertengahan September 2024 ada serangan yang sangat massif.
Saat itu, lanjut dia, lahan seluas 235 hektare yang diserang hewan pengerat ini. Untuk lokasinya tersebar di sejumlah kapanewon mulai dari Minggir, Moyudan, Cangkringan, Godean dan lainnya.
BACA JUGA : Hama Tikus Kian Menggila, Kulonprogo Lakukan Gerakan Masyarakat Rumah Burung Hantu
“Akibat serangan itu ada sekitar 28 hektare sawah yang puso atau gagal panen. Sedangkan, ratusan hektare lainnya bisa terselamatkan karena berhasil dilakukan pengendalian hama,” katanya, Kamis (26/12/2024).
Ia berharap peristiwa ini bisa menjadi pelajaran sehingga upaya pengendalian hama bisa dioptimalkan. Adapun tujuannya agar panen yang dihasilkan bisa lebih dioptimalkan.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan dan upaya pencegahan terhadap serangan hama. Namun, partisipasi aktif dari petani juga dibutuhkan untuk melakukan pengamatan hama sejak dini sehingga penanganannya akan lebih mudah diatasi,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Sleman, Suparmono mengatakan, pihaknya terus berupaya agar panen bisa terus ditingkatkan. Salah satunya dengan mengoptimalkan program pengedalian hama tanaman.
Meski tidak menyebut rincian alokasi anggaran yang disedikan, Pram mengakui sudah menyiapkan kegiatan pengendali hama yang lebih massif di tahun depan.
Rencananya di 2025 diselenggarakan pelatihan teknologi agesia hayati sebanyak dua kali. Selanjutnya ada sekolah lapang Teknik pengendalian OPT sebanyak 12 kali.
BACA JUGA : Bantul Masuk Musim Hujan, Waspada Serangan Hama dan OPT
Selain itu, juga ada gerakan pengendalian OPD sebanyak 80 kali. “Kami juga ada kegiatan penangana area terdampak perubahan iklim dengan gerakan pengendalian dan bimtek sebanyak 26 kali,” katanya.
Diharapkan dengan program ini, maka keberadaan hama tanaman bisa ditekan sehingga panen yang dihasilkan dapat ditingkatkan. “Tentunya program yang akan dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan ketahanan pangan di Sleman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemilihan lurah serentak Gunungkidul digelar Sabtu (26/9/2026) di 31 kalurahan yang tersebar di 16 kapanewon. Simak daftar lokasinya.
Jadwal SIM Keliling Kulonprogo hari ini 30 September 2026, lengkap dengan lokasi, jam pelayanan, syarat, dan ketentuan perpanjangan SIM.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 30 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan, kedatangan tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.