Gunungkidul Bidik Nilai A SAKIP, Bupati Dorong Reformasi Birokrasi
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
Lalu lintas di ruas jalan utama Gunungkidul. /Harian Jogja-Herlambang Jati Kusumo
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Pariwisata Gunungkidul tidak melarang adanya aktivitas pak ogah di jalur wisata. Namun demikian, dalam pengoperasian harus ada syarat yang harus dipenuhi, salah satunya tidak boleh memaksa meminta uang kepada pengunjung.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan, selama libur akhir tahun, jumlah kunjungan diprediksi akan mengalami lonjakan. Momen ini berdampak terhadap potensi rawan macet di kawasan wisata, khusunya di wilayah Pantai Selatan. “Selama libur natal dan tahun baru, kami targetkan pengunjung sebanyak 344.000 orang,” kata Asti kepada wartawan, Minggu (23/12/2018).
Menurut dia, lonjakan ini biasanya dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk membantu dalam mengatur lalu lintas dengan konseukesi imbalan sejumlah uang dari pengunjung.
Keberadaan Pak Ogah ini tidak dipermasalahkan oleh Asti, karena di satu sisi dapat membantu dalam mengurai potensi kemacetan di titik-titik tertentu, seperti di jalananan yang menikung dan menanjak di kawasan wisata.
Hanya saja, sambung dia, keberadaan Pak Ogah tidak boleh sembarangan karena hanya diperbolehkan di lokasi-lokasi yang tidak ada petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas. Selain itu, diharapkan pada saat beroperasi tidak memaksa kepada pengunjung untuk memberikan uang imbalan. “Kalau sukarela tidak ada masalah, tapi kalau memaksa itu yang tidak bisa ditoleransi,” ujar matan Sekretaris Dinas Pertanahan dan Tata Ruang ini.
Ditambahkan, Asti untuk mengantisipasi adanya oknum yang memaksa meminta uang kepada pengunjung, dinas pariwisata sudah melakukan koordinasi dengan camat maupun kepala desa. Diharapkan pada saat pelaksanaan liburan ini dapat berjalan lancar sehinggat tidak ada isu-isu negative yang dapat berpengaruh terhadap wajah pariwisata Gunungkidul.
“Kami minta kepada desa dan camat untuk melakukan pengawasan. Intinya Pak Ogah tetap diperbolehkan beroperasi, tapi tidak boleh memaksa meminta uang kepada pengunjung,” imbuhnya.
Kepala Satlantas Polres Gunungkidul, AKP Mega Tetuko mengatakan, untuk persiapan libur natal dan tahun baru sudah menyiapkan personel. Selain itu, untuk kelancaran arus, khususnya di kawasan Pantai Selatan akan dilakukan rekayasa lalu lintas dengan menerapkan sistem buka tutup dan jalur satu arah.
“Sangat situasional karena tergantung dengan kondisi di lapangan. Jika terpantau ada kepadatan, maka akan ditetapkan satu arah, tapi kalau lancar maka jalur tetap dibuka dua arah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Gunungkidul menargetkan predikat A pada SAKIP 2026 setelah tahun lalu meraih BB. Reformasi birokrasi dan kinerja nyata menjadi fokus.
BMKG menyebut gempa M7,7 NTT dipicu sesar naik busur belakang Flores yang berpotensi menghasilkan gempa hingga M7,9.
Gempa M7,7 di NTT merobohkan bangunan di Pelabuhan Lorens Say Maumere. Tiga korban dievakuasi, satu meninggal dunia.
Pieter Huistra menilai PSS Sleman berada di jalur tepat untuk membangun permainan dominan menjelang Super League 2026/2027.
PWI DIY memperkuat pengusulan Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin sebagai Pahlawan Nasional setelah 30 tahun gugur dalam tugas jurnalistik
Gempa M7,7 yang berpusat di Nagekeo dirasakan di Kota Bima. Satu rumah rusak sedang, Gudang Bulog dan plafon masjid juga terdampak.