Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pembangunan taman budaya di Desa Logandeng, Playen di tahap pertama. Rencananya pada 2019 pembangunan kembali dilanjutkan dengan pagu anggaran mencapai Rp51 miliar. Foto diambil Jumat (28/12/2018)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Dinas Pekerjaaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Gunungkidul telah menyelesaikan pembangunan Taman Budaya tahap pertama di tahun ini. Untuk mempercepat penyelesaikan, program pembangunan akan diusulkan menjadi proyek jangka panjang atau multiyear.
Kepala DPUPRKP Gunungkidul Eddy Praptono mengakui tahap pertama pembangunan Taman Budaya tahap pertama di Desa Logandeng, Playen sudah selesai. Total anggaran yang disediakan untuk menyelesaikan dasar gedung mencapai Rp15 miliar.
Menurut dia, pembangunan taman budaya tidak akan selesai dalam satu tahun anggaran. Oleh karenanya, untuk mempercepat dalam proses pengerjaan, Eddy menyusun rencana agar program tersebut diubah menjadi pengerjaan jangka panjang.
“Secara lisan sudah kami sampaikan ke provinsi [pemilik dana keistimewaan yang digunakan membangun taman budaya]. Rencananya usulan resmi baru kami sampaikan di awal tahun nanti,” kata Eddy kepada wartawan, Sabtu (29/12/2018).
Dia menjelaskan, pengerjaan dengan sistem multiyear dinilai lebih efektif. Salah satunya mempermudah dalam pertanggungjawaban. Selain itu, proyek dapat diselesaikan dengan cepat karena tidak terpaku pada satu tahun anggaran.
“Kalau bisa, saya yakin pertengahan 2020, taman budaya sudah selesai dibangun. Tapi kalau dengan sistem yang biasa [lewat satu tahun anggaran] akan lebih lama lagi,” ungkapnya.
Meski demikian, sambung Eddy, kepastian apakah pembangunan taman budaya berubah menjadi program multiyear sangat bergantung dengan kebijakan dari Pemerintah DIY. Selain itu, usulan ini juga harus mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan.
“Kalau ini jadi maka menjadi program pembangunan dengan sistem multiyear pertama di Gunungkidul. untuk kesiapan, kami sudah lakukan studi ke Kota Jogja dan Kulonprogo yang sudah terlebih dahulu melaksanakannya,” imbuhnya.
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Kepala Bidang Cipta Karya, DPUPRKP Gunungkidul Agus Subaryanto. Menurut dia, pembangunan taman budaya akan lebih efektif bila dilaksanakan dengan jangka panjang.
“Ya kalau multiyear lebih cepat dan pertanggungjawaban juga mudah. Beda kalau harus per tahap karena bisa saja rekanan yang mengerjakan akan berbeda di setiap tahun anggaran,” katanya.
Meski setuju dengan program jangka panjang, namun Agus mengakui hanya bisa mengusulkan dan keputusan berada di Pemerintah DIY, selaku pemilik anggaran.
“Keputusan ada di provinsi. Yang jelas tahun ini ada pagu sekitar Rp51 miliar untuk lanjutan pembangunan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Pemerintah menyiapkan tanda kehormatan HUT ke-81 RI. Sejumlah menteri masuk daftar calon penerima, termasuk individu berprestasi di bidang teknologi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.