Penataan Pantai Sepanjang Butuh Rp16 Miliar, Pemkab Ajukan Danais
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
Warga Dusun Tonggor saat menggelar aksi damai di jalan menuju lokasi PT WMU di Dusun Tonggor, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Senin (14/1/2018)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Puluhan warga Dusun Tonggor, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu menggelar aksi damai meminta kejelasan pembangunan peternakan PT Widodo Makmur Unggas (WMU), Senin (14/1/2018). pasalnya, pasca mencuatnya permasalahan izin beberapa waktu lalu proses pembangunan dihentikan sehingga berdampak kepada warga sekitar.
Saat pembangunan berlangsung ada 100 warga yang dilibatkan. Namun dengan dihentikannya proyek pembangunan kandang di blok tiga dan empat, warga sekitar kehilangan pekerjaan sehingga penghasilan berkurang.
Tokoh masyarakat Dusun Tonggor, Wardoyo, mengatakan aksi itu dilakukan secara spontanitas. Warga menginginkan kejelasan terkait dengan pembangunan PT WMU yang berhenti karena masalah perizinan. “Jujur setelah proyek dihentikan warga tidak bekerja lagi,” kata Wardoyo kepada wartawan, Senin.
Menurut dia aksi yang diikuti sekitar 70 orang ini menuntut terkait dengan janji perusahaan untuk membangun jalan dan poskamling. “Ada tiga tuntutan yang kami ajukan, yakni menyangkut pekerjaan, kemudian pembangunan jalan dan pembuatan poskamling,” katanya.
Wardoyo mengungkapkan aspirasi dari warga sudah disampaikan ke PT WMU. “Hasil pertemuan positif karena perusahaan siap mengakomodasi tuntutan warga,” katanya.
Dia berharap permasalahan izin bisa segera selesai sehingga pembangunan kembali dilanjutkan. “Harapan warga bisa dilanjutkan lagi karena ada banyak warga yang dipekerjakan sehingga ikut merasakan hasil dari peternakan tersebut,” katanya lagi.
Kepala Unit PT WMU, Iwan, membenarkan adanya aksi demo yang meminta kejelasan pembangunan peternakan. Mengenai tuntutan warga, ia siap mengakomodasi, misalnya pembuatan poskamling, perbaikan jalan dan saluran irigasi. Untuk pekerjaan, Iwan belum bisa berjanji karena proses pembangunan berhenti total selama pengurusan izin.
“Solusi untuk pekerjaan akan dibuat sistem giliran karena pengerjaan hanya sebatas pemeliharaan. Namun jika izin telah diperoleh dan pembangunan kembali dilanjutkan, kami siap menggunakan tenaga kerja lokal secara penuh,” katanya.
Untuk pembangunan peternakan baru saat ini progresnya mencapai 60%. Hal ini terjadi karena munculnya masalah perizinan sehingga pembangunan dihentikan. “Kami masih akan membangun blok tiga dan empat, tetapi pelaksanaannya masih menunggu izin turun,” katanya.
Disinggung mengenai masalah izin, Iwan mengaku menyerahkan sepenuhnya ke pemerintah. Namun, ia berharap proses segera kelar sehingga pembangunan bisa dilanjutkan kembali sehingga dapat menyerap tenaga kerja lokal. “Meski berharap, kami tetap mematuhi aturan dalam pengurusan izin,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan Pantai Sepanjang Gunungkidul masih berlanjut. Pemkab membutuhkan sekitar Rp16 miliar untuk jalan, kios, trotoar, dan parkir.
PT Importa Jaya Abadi (Importa) meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas pencapaian penjualan 1 juta unit lemari pakaian besi
Kasus Ebola di Kongo meningkat. Dosen UMY mengingatkan Indonesia memperkuat kewaspadaan, deteksi dini, dan sistem kesehatan menghadapi ancaman penyakit menular.
Kemhan mengevaluasi total Latsarmil SPPI 2026 usai lima peserta meninggal, mencakup seleksi kesehatan, latihan fisik, dan metode pembelajaran.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.