Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Sejumlah siswa tengah berlarian di lingkungan SD Negeri Gading Asri yang bersebelahan langsung dengan proyek pelebaran jalur alternatif Ngalang-Gading di Desa Gading, Kecamatan Playen, Jumat (5/10/2018)./Harian Jogja-Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Pemkab Gunungkidul optimistis pembebasan lahan untuk pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman di titik Ngalang-Tawang selesai tepat waktu. Hal ini terlihat dari proses pembebasan yang tinggal menunggu izin penetapan lokasi (IPL) dari Gubernur DIY.
Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Gunungkidul, Winaryo, mengatakan proses pembebasan lahan untuk lanjutan pembangunan jalur alternatif Gunungkidul-Sleman segera dimulai. Menurut dia, beberapa tahapan pembebasan sudah dilaksanakan mulai dari pembentukan panitia persiapan pembebasan hingga sosialisasi ke masyarakat. “Tahap perencanaan sudah dan saat ini memasuki tahap persiapan untuk pembebasan,” kata Winaryo kepada Harian Jogja, Rabu (23/1/2019).
Dia tidak menampik proses pembebasan lahan masih membutuhkan waktu yang panjang. Untuk pelaksanaannya, di tahap awal harus mendapatkan IPL dari Pemda DIY yang ditandatangani oleh Gubernur DIY. “Dalam tahapan ini sudah kami proses hingga ke Pemda DIY sehingga tinggal menunggu keputusan penetapan IPL,” katanya.
Menurut Winaryo, apabila IPL telah didapatkan, tim langsung mengumumkan rencana pembebasan. Selanjutnya, dokumen pembebasan diserahkan Kantor Wilayah BPN DIY untuk pelaksanaan pembebasan. “Sesuai dengan aturan pemerintah, pembebasan lahan di atas lima hektare pelaksanaannya dilakukan oleh kanwil BPN di tingkat provinsi. Sedangkan untuk tim di tingkat kabupaten hanya bertugas membantu dalam perencanaan dan persiapan pembebasan,” katanya.
Lebih jauh dikatakan Winaryo, pembebasan lahan untuk ruas Ngalang-Tawang sepanjang 9,6 kilometer diperkirakan membutuhkan luas lahan mencapai 24,5 hektare. Rencananya ruas jalan ini melintasi enam desa meliputi Ngalang di Kecamatan Gedangsari, Nglegi, Bunder, Putat, Nglanggeran dan Ngoro-oro di Kecamatan Patuk. “Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan pada Agustus mendatang pembebasan lahan selesai dilaksanakan,” katanya.
Anggota DPRD Gunungkidul, Anton Supriyadi, berharap Pemkab segera menyelesaikan tahapan pembebasan lahan untuk lanjutan pembangunan jalur alternatif Sleman-Gunungkidul. Menurut dia, di dalam kegiatan ini Pemkab hanya memfasilitasi karena alokasi anggaran pembebasan sudah ditanggung Pemda DIY melalui Dana Keistimewaan DIY. “Jadi harus cepat karena ini menyangkut proses pembangunan. Apalagi Sri Sultan HB X [Gubernur DIY] sudah berkomitmen untuk merealisasikan pembangunan jalur alternatif ini,” kata Anton.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) DIY, Bambang Sugaib, mengatakan untuk pembangunan ruas jalan Ngalang-Tawang membutuhkan anggaran sekitar Rp280 miliar. Namun demikian untuk pembangunan masih menunggu kelarnya pembebasan lahan yang masih diproses oleh Pemkab Gunungkidul. “Intinya sudah siap. Pada saat lahan sudah dibebaskan, kami siap untuk membangunnya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Wamenaker Afriansyah Noor mengingatkan calon pekerja migran memilih jalur resmi dan menguasai bahasa asing sebelum bekerja ke luar negeri.
Bitcoin sempat menembus US$87.200. Simak faktor pendorong penguatan dan imbauan bagi investor menghadapi volatilitas pasar kripto.
Kebakaran rumah di Sragen diduga akibat korsleting listrik. Uang Rp50 juta dan dua sepeda gunung hangus, dua anggota keluarga jadi korban.
MBG di SMKN 2 Jogja dihentikan sementara setelah 413 warga sekolah diduga keracunan. Sampel makanan dan air masih diperiksa di laboratorium.
Kemenhaj mempertimbangkan maskapai alternatif untuk menekan biaya haji 2027. Biaya penerbangan mencapai 40% dari total BPIH.