Program Kotaku Sasar Penataan Bantaran Sungai

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jum'at, 01 Februari 2019 16:17 WIB
Program Kotaku Sasar Penataan Bantaran Sungai

Tim Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) berkunjung ke Kantor Harian Jogja, Jumat (1/2/2019)/Harian Jogja-Bernadheta Dian Saraswati

Harianjogja.com, JOGJA--Penataan kawasan kumuh di DIY terus dilakukan. Sampai saat ini, dari 340 titik kumuh yang ada sudah tergarap 90%.

Mohammad Imam Santoso selaku Tim Leader Oversight Service Provider (OSP) Program Kotaku mengatakan saat ini masih tersisa 63 hektare kawasan kumuh yang belum tertata.

"Pada 2019 ini, yang [kawasan kumuh] sudah [ditata] 90 persen dari total 340. Yang paling banyak Kota Jogja," katanya saat berkunjung kantor Harian Jogja, Jumat (1/2/2019).

Mengutip website Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), program Kotaku atau Kota Tanpa Kumuh adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh di Indonesia dan mendukung Gerakan 100-0-100, yaitu 100 persen akses universal air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak.

Imam mengatakan, saat ini, yang sedang menjadi perhatian dalam program Kotaku adalah penataan bantaran sungai dan bantaran kumuh. "Sungai didorong menjadi bagian dari kehidupan," katanya.

Ia mengatakan program ini tidak hanya ingin menata kawasan tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat setempat agar tercipta iklim bisnis di lokasi itu. Misalnya adanya homestay di kawasan bantaran sungai yang sudah ditata.

Selain ekonomi, program ini juga ingin mengubah perilaku masyarakat agar lebih menjaga lingkungan tempat tinggalnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Bernadheta Dian Saraswati
Bernadheta Dian Saraswati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online