Krisis Air Gunungkidul, Warga Semin Gali Kali Oya yang Kering
Kekeringan Gunungkidul meluas. Warga Semin menggali aliran Kali Oya yang mengering untuk mendapatkan air bersih.
Ilustari pendafataran CPNS online./menpan.go.id
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul memastikan ada 74 pelamar yang lolos untuk mengikuti seleksi adminitrasi calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Selanjutnya, para peserta yang lolos bakal menjalani ujian seleksi kompetensi dasar dan kompetensi bidang. Hanya, kepastian pelaksanaan ujian masih menunggu pengumuman.
Kepala Bidang Informasi Pengembangan dan Data Pegawai BKPP Gunungkidul, Reni Linawaty, mengatakan tahapan dalam seleksi P3K sudah sampai pada seleksi administrasi. Seluruh peserta yang mendaftar dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tes kompetensi. “Sudah kami umumkan dan ada 74 peserta yang lolos seleksi administrasi,” kata Reni kepada wartawan, Jumat (22/2/2019).
Meski telah menetapkan peserta yang lolos seleksi administrasi, pelaksanaan seleksi kompetensi belum diketahui secara pasti. Reni beralasan jadwal tes masih menunggu sistem sehingga setelah ada informasi baru akan diumumkan melalui laman resmi milik BKPP Gunungkidul. “Kami masih menunggu kapan kepastian jadwal ujian digela. Yang jelas, ujian dilaksanakan di masing-masing daerah,” katanya. Dikatakan Reni, kuota P3K di Gunungkidul sebanyak 96 formasi. Namun saat pendaftaran tidak semua kuota terisi karena hanya ada 74 pendaftar.
Disinggung mengenai penyebab kuota formasi tidak terpenuhi secara maksimal, Reni mengaku tidak tahu. Namun ada tiga penyebab yang membuat kuota tidak terisi semua. Selain masalah kualifikasi, khususnya tenaga pendidik yang harus berijazah S1 belum terpenuhi, kemungkinan juga disebabkan karena tenaga honorer yang masuk dalam database diterima CPNS atau tidak bisa mendaftar. “Harusnya terisi semua karena formasi berdasarkan database di Pemerintah Pusat. Tetapi tidak semua yang masuk database mendaftar untuk P3K,” katanya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kekeringan Gunungkidul meluas. Warga Semin menggali aliran Kali Oya yang mengering untuk mendapatkan air bersih.
Stasiun Yogyakarta menyiapkan hub antarmoda di sisi selatan untuk menghubungkan kereta api dengan Trans Jogja hingga transportasi daring.
Layanan KOMEN memudahkan pelaku koperasi dan warga Jogja menyampaikan konsultasi, masukan, dan aduan tanpa datang ke kantor dinas.
Kuota Pertalite 2026 berisiko jebol hingga 490.000 KL. Bahlil memastikan harga BBM subsidi tidak naik sampai Desember 2026.
Laba pengelola jalan tol mencapai Rp1,9 triliun pada semester I 2026, ditopang kenaikan pendapatan dan volume kendaraan.
Kemenpora mengajukan anggaran Rp4,019 triliun untuk 2027, termasuk Rp2,4 triliun bagi program prioritas kepemudaan dan olahraga.