Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Seorang Penari berdiri di tengah arena melakukan ritual untuk membuka pentas seni jatilan di Dusun Seneng, Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, Selasa (12/3/2019)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL–Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY bekerja sama dengan Pemerintah Desa Siraman, Kecamatan Wonosari, menggelar pentas seni budaya jatilan, Selasa (12/3). Kesenian ini selain untuk melestarikan budaya juga sebagai upaya mendukung pengembangan sektor kepariwisataan berbasis seni atraksi budaya.
Kepala Desa Siraman, Damiyo, mengatakan jajarannya berterimakasih atas bantuan dari Dinpar DIY. Pasalnya, dengan kerja sama ini Desa Siraman bisa melestarikan seni jatilan. “Acara pentas seni ini sekaligus menjadi peresmian kelompok seni jatilan Sapto Budaya di Desa Siraman,” kata Damiyo kepada Harian Jogja, Selasa (12/3/2019).
Menurut dia, kegiatan pentas seni ini bukan semata-mata untuk hiburan. Damiyo menyatakan atraksi ini memiliki manfaat lain seperti upaya melestarikan seni tradisi nenek moyang. “Jadi bukan hiburan saja, tetapi dengan adanya kelompok jatilan maka bisa sebagai upaya pelestarian,” katanya.
Damiyo menilai keberadaan pentas seni jatilan juga sebagai upaya mendukung pengembangan sektor kepariwisataan. Terlebih lagi, kata dia, letak Desa Siraman yang berada di jalur wisata memiliki posisi strategis dalam upaya pengembangan. “Kami bisa mendukung dengan menampilkan ataraksi seni budaya yang dimiliki,” katanya.
Kepala Seksi Pengembangan Objek dan Daya Tarik Wisata Dinpar DIY, Titik Fatmadewi, mengatakan, Pemda DIY konsisten mendukung upaya pengembangan potensi wisata di wilayah DIY. Menurut dia pengembangan wisata tidak melulu berkaitan dengan objek wisata, tetapi juga dilakukan dengan pementasan seni dan budaya. Oleh karena itu, fokus dalam pengembangan tidak hanya mengacu pada destinasi berupa potensi alam. Ada sektor lain yang dapat digarap sehingga dapat memberikan alternatif pilihan kepada pengunjung. “Kami sangat mendukung pementasan seni atraksi budaya, salah satunya di Desa Siraman, Kecamatan Wonosari,” katanya. Menurut Titik, pengembangan seni budaya tidak hanya untuk upaya pelesetarian. Jeberadaanya juga dapat memberikan dukungan terhadap kemajuan sektor wisata di DIY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
DPRD DIY siapkan Raperda perlindungan karst yang lebih luas, mencakup seluruh ekosistem dari ancaman pembangunan hingga pertambangan. Simak detailnya di sini.
Bolehkan berkurban meski belum aqiqah? Ini penjelasan hukum Islam bahwa kurban dan aqiqah adalah ibadah berbeda.
BTS dipastikan konser di GBK Jakarta 26–27 Desember 2026 dalam tur dunia ARIRANG dengan tiket mulai Rp1,8 juta.
Arema FC dan PSIM Jogja rilis susunan pemain jelang laga BRI Super League 2025-26 di Stadion Kanjuruhan Malang.
BPBD Bantul bersiap hadapi kekeringan dampak El Nino pada Juni 2026. Simak mekanisme bantuan air bersih dan alokasi anggaran tangki air di sini.