Kampus Berkelanjutan, UMY Kembangkan Energi Surya hingga Daur Ulang Air
UMY memperkuat kampus berkelanjutan dengan 48 panel surya, rencana SPKLU, penambahan sepeda, perbaikan jalur pejalan kaki, dan daur ulang air.
Dewan Pengarah BNPB Profesor Sarwidi. /Ist-FTI UII.
Harianjogja.com, SLEMAN—Dewan pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Profesor Sarwidi menegaskan pentingnya teknologi informasi (TI) dalam mendukung penanganan bencana. Ia menyebut dari banyaknya prinsip penanggulangan bencana ada tiga di antaranya yang sangat membutuhkan TI dalam penerapannya agar penanganan bencana lebih tepat.
Ia mengatakan, dari tiga tersebut antara lain prinsip akurat dan cepat yang keduanya harus menyatu dalam menangani bencana. Data mengenai informasi bencana harus disampaikan dengan cepat dan akurat, proses itu bisa disiapkan sebelumnya melalui penelitian tentang bagaimana bisa mendapat data cepat yang sangat butuh TI.
“Sehingga harus ada rekayasa, cara ini TI akan banyak berkontribusi di sini seperti data kebencanaan sudah dipublikasikan bisa diakses semua orang, kalau dulu kan hanya insinyur saja yang bisa mengakses, kemudian ada peta zona bencana terkini, ini sangat butuh TI,” terangnya dalam rilis kepada Harian Jogja, Kamis (22/3/2019).
Ia mengatakan prinsip selanjutnya adalah transparasi yang juga butuh dukungan TI. Semua data tentang suplai kebutuhan bantuan bisa terselesaikan dengan TI, hingga sampai pada item barang yang dibutuhkan sehingga suplai bantuan tidak terbuang sia-sia di lokasi bencana. Termasuk tidak boleh secara sembarangan meminta sumbangan tanpa laporan terutama jika yang memberikan bantuan dari institusi. Transparasi semua data ini juga sangat butuh dukungan TI.
“Berapa yang dibutuhkan dapat terdeteksi, sehingga sumbangan bisa sesuai kebutuhan masyarakat, misalnya banyak yang menyumbang pakaian bekas akhirnya terbuang sia-sia, itu karena mungkin sudah terlalu banyak,” katanya.
Guru Besar Universitas Islam Indonesia (UII) ini mengatakan, prinsip lain yang erat dengan TI adalah akuntabilitas. Dalam penanganan bencana terutama pada tahap rekonsturksi misalnya, butuh perbandingan harga-harga material serta spesifikasinya. Melalui TI penerapannya akan lebih mudah sehingga harga yang ditetapkan tidak akan meleset. “Sehingga keuangan masyarakat bisa terkelola dengan baik, kemudian tidak asal-asalan mematok harga karena sudah ada standarnya,” katanya.
Terkait dengan pentingnya TI dalam penanggulangan bencana ini Fakultas Teknologi Industri (FTI) bersama BNPB menggelar bertajuk Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Manajemen Bencana kampus setempat, Kamis (21/3/2019).
Kaprodi Teknik Informatika FTI UII Teduh Dirgahayu mengatakan melalui kurikulum yang diterapkan, pihaknya sudah mengembangkan sistem penanganan kebencanaan. Bahkan sudah ada empat mata kuliah yang sudah terintegrasi dengan sistem penanganan bencana dengan terus tersambung setiap semester. Sehingga mahasiswa memiliki wawasan sekaligus kemampuan dalam mengaplikasikan ilmu TI di bidang kebencanaan.
“Empat mata kuliah itu masing-masing empat kelas sehingga ada 16 kelas dan kami siapkan 16 dosen itu untuk mengampu khusus berkaitan dengan manajemen bencana. Mahasiswa akan mengembangkan sendiri dengan menggali banyak informasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UMY memperkuat kampus berkelanjutan dengan 48 panel surya, rencana SPKLU, penambahan sepeda, perbaikan jalur pejalan kaki, dan daur ulang air.
Bapanas menyebut dugaan pengoplosan 600 ton beras SPHP berpotensi merugikan negara Rp3,3 miliar akibat subsidi tak sampai ke masyarakat.
AC Milan mengalahkan Inter Milan 3-1 dalam Derby della Madonnina. Christian Pulisic, Adrien Rabiot, dan Diego Moreira menjadi pencetak gol.
Prabowo menerima 250 anggota Kadin dan 400 peserta P3MDI di Hambalang. Kadin melaporkan investasi domestik hampir Rp2.000 triliun.
Penambang pasir Sungai Progo berharap pemerintah menerbitkan Rekomtek pompa mekanik. PPRY juga menyalurkan 250 paket sembako di Gulurejo.
Prakiraan cuaca DIY Minggu 1 November 2026 didominasi berawan. Kulon Progo udara kabur, suhu berkisar 22–31 derajat Celsius.