Bursa Pilur Gunungkidul Diramaikan 3 PNS, Izin Cuti Sudah Terbit
Tiga PNS Pemkab Gunungkidul maju dalam Pilur 2026. Seluruhnya telah mengajukan cuti sesuai aturan sebelum ditetapkan sebagai calon lurah.
Ilustrasi. /SOLOPOS-Ratna Puspita Dewi
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sekretaris Komisi D DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho, menilai masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Bumi Handayani. Salah satunya menyangkut pemberian program sertifikasi yang dinilai belum optimal dalam peningkatan kualitas pendidikan.
Menurut dia, ide awal pemberian sertifikasi adalah untuk memberikan kesejahteraan bagi guru sehingga dapat memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan. Meski demikian, upaya ini belum bisa direalisasikan karena dari sisi kesejahteraan, guru-guru PNS sudah meningkat, tapi di sisi mutu belum begitu terlihat.
“Dulu ketika bicara prestasi siswa ada salah satu alasan tentang kesejahteraan guru. Tapi setelah adanya program sertifikasi ternyata peningkatan tidak signifikan,” kata Heri kepada Harian Jogja, Kamis (2/5/2019).
Dijelaskan Heri, dengan program sertifikasi ada harapan selain meningkatkan kesejahteraan guru, penghasilan yang diperoleh bisa disisihkan untuk membeli kebutuhan dalam upaya mendukung pembelajaran. Sebagai contoh, tambahan penghasilan dari sertifikasi digunakan untuk membeli buku dengan tujuan menambah wawasan dan pengetahuan guru sehingga dapat membantu dalam upaya peningkatan kualitasi pendidikan pada saat kegiatan belajar dan mengajar.
“Sekarang belum terlihat dan yang malah terlihat adalah rumah dan kendaraan guru sekarang bagus-bagus. Ini bukan masalah, tapi harapannya kepada guru bersertifikasi dapat berperan dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan di Gunungkidul,” tuturnya.
Menurut dia, salah satu indikator peningkatan mutu pendidikan bisa dilihat dari nilai akademik para siswa. Hingga saat ini, di setiap penyelenggaraan ujian nasional hasil yang diraih masih kalah dengan kabupaten dan kota lainnya di DIY. “Sebenarnya masalah pendidikan masih banyak mulai dari kesejahteraan GTT-PTT, prestasi akademik siswa hingga lama sekolah. Ini masalah yang harus diselesaikan sehingga kualitas pendidikan benar-benar bisa ditingkatkan,” katanya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Bahron Rasyid, mengatakan mengakui masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan. Untuk itu Disdikpora terus bebenah dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Yang pertama kami berusaha untuk memenuhi standar minimal dalam layanan, dan sekarang sudah hampir terpenuhi semuanya. Jadi, sekarang fokus dalam meningkatkan kualitas, salah satunya dengan pembentukan pendidikan karakter,” kata Bahron.
Dia berharap dengan pembentukan pendidikan karakter dapat berdampak terhadap peningkatan kualitas. “Peningkatan tidak hanya pada siswa, tapi kami juga berupaya meningkatkan mutu para guru melalui kompetensi dan mendorong agar guru membuat karya ilmiah sehingga dapat menunjang dalam pembelajaran,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tiga PNS Pemkab Gunungkidul maju dalam Pilur 2026. Seluruhnya telah mengajukan cuti sesuai aturan sebelum ditetapkan sebagai calon lurah.
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya 26 Agustus 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.
Jadwal Kereta Bandara YIA 26 Agustus 2026 tersedia untuk layanan Reguler dan Xpress dari Tugu Jogja maupun YIA.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo 26 Agustus 2026 dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 26 Agustus 2026 dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Studi 1.350 pengemudi di Inggris mengungkap banyak fitur canggih mobil jarang digunakan, termasuk teknologi keselamatan dan kenyamanan.