Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi BPJS Kesehatan./Bisnis Indonesia-Nurul Hidayat
Harianjogja.com, JOGJA—Sepanjang H-7 sampai H+7 lebaran, peserta JKN-KIS dipastikan tetap bisa mengakses layanan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan, termasuk saat mudik di luar kota.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jogja, Hesti Yuniarti, mengatakan layanan saat peserta mudik di luar kota ini merupakan komitmen BPJS Kesehatan memberikan kemudahan portabilitas bagi peserta JKN-KIS. Dia menjelaskan peserta JKN-KIS yang sedang mudik dan membutuhkan pelayanan kesehatan, dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) meski peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut. “Daftar FKTP ini dapat dilihat melalui aplikasi Mudik BPJS Kesehatan atau dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400,” kata dia kepada Harianjogja.com, Senin (27/5/2019).
Aplikasi Mudik BPJS Kesehatan, kata dia, menyediakan beberapa fitur yang bisa diakses pengguna, di antaranya nomor telepon darurat dan nomor telepon layanan informasi BPJS Kesehatan, lokasi kantor BPJS Kesehatan terdekat, fasilitas mitra BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi publik area, Mobile JKN dan media sosial BPJS Kesehatan.
Jika memang pemudik tidak menemukan FKTP atau semisal memerlukan pelayanan di luar jam buka FKTP, peserta bisa dilayani di IGD rumah sakit terdekat guna penanganan medis dasar. "Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberi pelayanan penanganan pertama untuk peserta," katanya.
Pelayanan kesehatan ini, kata dia, hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif. Sebab itu ia mengimbau kepada para peserta agar rutin mengecek status kepesertaan dan riwayat tagihan atau pembayaran iuran JKN-KIS. "Pengecekan dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN," kata dia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini, mengatakan dinasnya tetap menyediakan pelayanan kesehatan selama Lebaran. Sebanyak dua puskesmas diakui dia tetap buka 24 jam, khususnya untuk pelayanan persalinan, yakni Puskesmas Tegalrejo dan Puskesmas Jetis.
Puskesmas lainnya, buka pada 3,4,7 dan 8 Juni, mulai pukul 08.00 WIB sampai 12.00 WIB. Sedangkan pada 5 dan 6 Juni, puskesmas libur, layanan gawat darurat dialihkan ke RS Pratama. “Begitu juga pada 2 dan 9 Juni puskesmas juga tutup, karena Minggu,” kata Fita.
Pada 29 Mei hingga 9 Juni, kata Fita, Dinkes Jogja membuka pelayanan kesehatan di posko Lebaran Simpang Empat Tugu Pal Putih; Kawasan Titik Nol Kilometer dan sekitar Abu Bakar Ali. "Itu kami lakukan untuk mengantisipasi banyaknya pengunjung di Kota Jogja," katanya.
Selain itu, Dinkes bekerja sama dengan Polresta Jogja dan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jogja akan menggelar deteksi dini risiko kecelakaan. Kegiatan ini akan berlangsung di Terminal Giwangan, pada 29 Mei hingga 12 Juni. “Pemeriksaan yang kami lakukan meliputi cek gula darah, tekanan darah, alkohol dan napza,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Trump minta China dan Taiwan menahan diri di tengah ketegangan. AS belum pastikan kirim senjata ke Taipei dan soroti chip Taiwan.
Okupansi hotel Jogja naik hingga 70% saat long weekend. PHRI DIY ungkap tren booking mendadak dan imbau wisatawan waspada penipuan.
Serabi 2026 bantu lebih dari 1.800 UMKM perempuan memahami bisnis digital, strategi harga, dan pengembangan usaha berbasis data.
Prabowo minta TNI-Polri bersih dari praktik ilegal, tegaskan larangan backing judi, narkoba, dan penyelundupan.
Perdagangan hewan kurban Bantul naik jelang Iduladha 2026, omzet pedagang diprediksi tumbuh hingga 40 persen.