KENAIKAN BBM : Peternak Sapi di DIY Diminta Tak Menaikkan Harga Berlebihan

24 Juni 2013 19:46 WIB Redaksi Solopos Jogja Share :

 

[caption id="attachment_419272" align="alignleft" width="275"]http://www.harianjogja.com/baca/2013/06/24/kenaikan-bbm-peternak-sapi-di-diy-diminta-tak-menaikkan-harga-berlebihan-419270/sapi-ilustrasi-2" rel="attachment wp-att-419272">http://images.harianjogja.com/2013/06/sapi-ilustrasi.jpg" alt="" width="275" height="183" /> Ilustrasi.dok[/caption]

JOGJA-Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta meminta para peternak sapi di daerah ini untuk tidak menaikkan harga jual sapi berlebihan menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi.

"Saya harap peternak tidak mempermainkan harga berlebihan. Serta memanfaatkan momentum kenaikan harga bahan bakar bersubsidi serta memasuki bulan Ramadhan,"kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sutarno di Yogyakarta, Senin (24/6/2013).

Menurut dia harga sapi yang dapat ditoleransi sesuai kesepakatan Distan dengan kalangan peternak yakni mulai Rp34.000 hingga Rp38.000 per kg berat sapi hidup. Sementara harga jual daging sapi mulai Rp85.000 hingga Rp90.000 per kg.

"Rp90.000 merupakan harga tertinggi yang dapat ditoleransi meskipun BBM naik,"katanya.

Sementara itu, lanjut dia, apabila kalangan peternak memaksakan untuk memasang harga terlalu mahal atau lebih dari ketentuan tersebut, hal itu dikhawatirkan akan merugikan baik bagi konsumen maupun peternak.

Sebab, kata dia, dengan harga sapi lokal yang terlalu mahal, pemerintah pusat berpotensi untuk melakukan kebijakan impor.

"Kalau harga terlalu tinggi pemerintah pusat bisa tidak mengambil dari daerah melainkan impor.Sehingga apabila itu terjadi tentu peternak sendiri yang akan repot,"katanya.

Distan DIY, kata dia, siap memasok kebutuhan sapi untuk Daerah Khusus Ibu kota (DKI) Jakarta dan Jawa Barat masing-masing 500 ekor selama bulan ramadhan dan Idul Fitri. Sementara, mulai Januari hingga Mei 2013, DIY telah memasok total 2.500 ekor sapi untuk untuk kedua wilayah tersebut.

Populasi sapi di DIY selama 2013 ditargetkan mencapai 385.000 ekor sapi. Jumlah tersebut meningkat dari jumlah tetap populasi sapi pada 2012 yang mencapai 358.000 ekor.

dalam upaya meningkatkan produksi sapi, Distan DIY telah menyiapkan berbagai program peningkatan populasi sapi. Program itu antara lain berupa pemberian insentif bagi 16 kelompok peternak sapi bunting dengan total anggaran Rp180 juta serta pemberian bibit atau induk sapi bagi 25 kelompok peternak dengan total 720 ekor sapi.