Sri Sultan Dorong Jamsostek Menjangkau Pedagang Kecil dan Pekerja Informal di DIY
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
Harianjogja.com, SLEMAN– Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk mencetak lulusan yang menjadi agen perubahan di masyarakat bukan justru lulusan pencari kerja. Oleh karena itu, para sarjana harus mau untuk turun ke wilayah terpencil dan pedesaan.
Kritik tersebut disampaikan Rektor Universitas Paramadina, Anies Baswedan saat menyampaikan orasi ilmiah pada pelaksanaan Dies Natalis Sekolah Pascasarjana (SPs) Universitas Gadjah Mada (UGM), Kamis (5/9/2013).
Anies mengatakan, untuk memenangkan masa depan bukan sekadar lulus dengan nilai atau indeks prestasi (IP) yang baik, tetapi juga bagaimana leadership skill, karakter dan etos kerja dapat diterima di masyarakat.
“Saya sering mengatakan kepada mahasiswa, lulus dengan indeks prestasi yang baik itu bagus tetapi harus diimbangi dengan skill yang memadai. Oleh karenanya, perguruan tinggi itu harus menghasilkan agen perubahan bukan justru penyedia tenaga kerja,” kata Anies di hadapan ratusan SPs UGM, Kamis (5/9/2013).
Selain itu, lulusan perguruan tinggi (PT) harus memiliki karakter dan integritas yang baik. Sebab, integritas jauh lebih baik dari sekadar kejujuran. Dalam konteks saat ini di mana di Indonesia praktik korupsi merajalela, integritas sangat dibutuhkan.
“Sudah saatnya kita bersama-sama menegakkan integritas dan kompetensi kelas dunia untuk membangun Indonesia yang lebih bersih di masa depan,” tukasnya.
Di tengah tantangan dunia modern sekarang ini, kata Anies, PT juga harus mengemban perannya sebagai “eskalator”, yakni menjembatani kesuksesan mahasiswa terutama dari keluarga kurang mampu.
Pasalnya, banyak mahasiswa dari keluarga kurang mampu ketika lulus dan bekerja menjadi tokoh dan pemimpin.
“Salah satunya Prof. Pratikno [Rektor UGM]. Dulunya beliau orang miskin dari Bojonegoro, namun kini bisa menjadi Rektor di kampus terbesar di Indonesia ini,” katanya.
Pratikno, kata Anies hanyalah satu contoh lulusan UGM yang berasal dari keluarga kurang mampu. Masih banyak lulusan UGM dari keluarga kurang mampu yang menjadi pemimpin.
“Banyak anak pintar dari keluarga yang kurang mampu, setelah lulus ia menjadi ‘orang’,”ujar alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sri Sultan mendorong Jamsostek menjangkau pedagang kecil, UMKM, pekerja informal hingga pekerja harian di DIY.
BPJS Ketenagakerjaan Jateng dan DIY menyalurkan manfaat jaminan sosial Rp4,86 triliun untuk 597.802 kasus klaim sepanjang Januari–September 2026.
Polresta Magelang menyiapkan personel untuk mengamankan Pilkades Serentak 2026 di 49 desa yang tersebar di 16 kecamatan.
Rasa gatal kronis merupakan salah satu keluhan yang dapat mengganggu kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis atau cuci darah
Satpol PP Gunungkidul mengecek tambang galian C di Ngawen setelah aduan warga. Pemantauan terakhir menunjukkan aktivitas tambang telah berhenti.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengajak calon kades di 49 desa menjaga persaudaraan, menolak politik uang, dan mewujudkan Pilkades damai 2026.