Uret dan Tikus Mengganas, Petani Tebu Sleman Mengeluh

11 September 2013 09:00 WIB Redaksi Solopos Sleman Share :

[caption id="attachment_446238" align="alignleft" width="448"]http://www.harianjogja.com/?attachment_id=446238" rel="attachment wp-att-446238">http://images.harianjogja.com/2013/09/tebu-antarafoto.jpeg" alt="" width="448" height="269" /> Foto ilustrasi lahan tebu. Di Sleman petani mengeluhkan lahan tebu diserang uret dan tikus. (JIBI/Harian Jogja/Antara)[/caption]

Harianjogja.com, SLEMAN-Petani tebu di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluhkan serangan hama uret yang mengakibatkan penurunan kualitas tebu dan hasil gula yang diproduksi.

"Selain diserang hama uret, tanaman tebu juga dirusak hama tikus yang juga mengganas," kata salah satu petani di Dusun Pajangan, Wedomartani, Ngemplak Poniran, Selasa (10/9).

Menurut dia, hasil tebang tebu saat ini buruk sehingga harga tebu dari petani mengalami penurunan.

"Sebelumnya harga pembelian tebu di pabrik gula Rp12.000, namun musim tebang saat ini turun menjadi Rp9.000 per kilogram gula," katanya.

Ia mengatakan, serangan hama yang menyebabkan kerusakan berupa hewan tikus. Ketika tebu sudah besar dan siap tebang, tikus sawah di lahan pertanian paling dekat dengan tanaman tebu, kemudian bermigrasi.

"Tikus ini merusak tanaman hingga menyebabkan kualitas gulanya menurun. Kewalahan, diobati saja tidak bisa. Merata ke seluruh tanaman," katanya.

Sedangakan Suradi petani tebu lainnya mengatakan, selain hama tikus, yang suka menyerang juga hama uret.

"Namun hama uret hanya ada di beberapa titik lahan tabu saja. Di Gondanglegi, Ngemplak, satu hektare tebu rusak semua kena uret," katanya.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian, Dinas Pertanian Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Sleman, Sugiyanto mengatakan memang tanaman tebu di Sleman produksinya saat ini banyak yang rusak karena uret.

"Guna mengantisipasi hama tikus harus dijaga kebersihan kebun atau sanitasi pada got. Untuk hama uret, sebaiknya lahan diairi (dileb) kemudian diberi obat furadan," katanya.

Ia mengatakan, diimbau agar petani tebu ketika melakukan tebang, untuk memotong batang tebu sampai kedalaman 5 hingga 10 sentimeter di bawah tanah.

"Sebab, kandungan gula yang paling banyak berada di batang paling bawah. Kalau panen, daunnya jangan digunakan untuk tali batang tebu. Sebab, itu akan menyerap airnya," katanya.

Di Sleman, lahan yang ditanami tanaman tebu seluas 1.300 hektare. Kalau panennya bagus, setiap satu hektare bisa mencapai 100 ton.

"Namun, kalau hasilnya buruk hanya bisa 60 sampai 70 ton saja," katanya.Budi Suyanto